Indek Shenzen Turun Hampir 9%

Bursa Saham China Anjlok Menyeret Turun Bursa Regional

AKURATNEWS - Bursa saham China anjlok diawal perdagangan hari Senin (03/02/2020) setelah libur panjang sejak 23 Januari untuk perayaan Imlek. Sayangnya sepanjang liburan ini, wabah Corona muncul dan menghantam China.

Bukan hanya di China saja, namun pasar global juga telah jatuh dalam beberapa pekan terakhir. China telah bersiap diri untuk kerugian yang curam, setelah People's Bank of China mengumumkan pada hari Minggu bahwa mereka akan menyuntikkan dana sekitar $ 173 miliar ke dalam perekonomian untuk meredam pukulan yang diderita saat ini. Kebijakan stimulus ini dilakukan bersamaan dengan langkah-langkah lain untuk menstabilkan ekonomi.

Indek Shanghai anjlok lebih dari 8% dan Indek Shenzhen merosot hampir 9%. Kerugian meluas di seluruh Asia, dimana Indek Nikkei Jepang, Indeks Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea Selatan, semuanya jatuh, bersama dengan indeks patokan di Taiwan.

Injeksi yang dilakukan oleh PBoC menjadi penanda kondisi ekonomi yang lesu dan mengkhawatirkan. Aksi jual akan berlanjut terlebih dengan dampak wabah Corona yang makin meluas. Dalam sepekan mendatang, indek saham diperkirakan masih akan memburuk setidaknya.

Wabah Corona menambah jumlah korban meninggalnya. Filipina melaporkan pada hari Minggu (02/02/2020) tentang korban meninggal. Ini merupakan kasus meninggal akibat virus korona pertama di luar China, setelah Cina meningkatkan jumlah kematiannya menjadi 361. Lebih dari 17.200 kasus telah didiagnosis di seluruh dunia, semuanya sekitar 150 di Cina.

Investor khawatir dampak wabah Corona dapat meniadakan penguatan ekonomi yang telah diperkirakan di China tahun ini, dan memacu aksi jual global lainnya. Dampak ekonomi jangka pendek nampak besar. Selain gangguan pada produksi, penghindaran kontak tatap muka mungkin telah mengakibatkan penurunan tajam dalam aktivitas layanan.

Bursa berjangka A.S. beringsut naik, meskipun dibawah baying-bayang penurunan tajam bursa China, bagi Wall Street, penurunan di bursa China tidak seburuk yang diprediksi. Indek Dow Jones berjangka, S&P 500 berjangka dan Nasdaq berjangka masing-masing naik sekitar 0,6%, menunjukkan keuntungan ketika perdagangan dimulai Senin pagi.

Sebelumnya Wall Street telah jatuh pada hari Jumat, dimana indeks Dow dan S&P 500 mencatat penurunan satu hari terbesar sejak Agustus di tengah kekhawatiran bahwa epidemi China akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Indek Dow Jones turun 603,41 poin, atau 2,1%, menetap di 28.256,03. Indek S&P 500 kehilangan 58,14 poin, atau 1,8%, berakhir pada 3.225,52. Indek Nasdaq turun 148 poin, atau 1,6%, ditutup pada 9.150,94.

Pada perdagangan komoditi berjangka, harga minyak mentah tergelincir menjadi $ 51,35 per barel. Minyak mentah brent, masih flat di $ 58,19. Harga emas untuk pengiriman bulan April, di Comex naik tipis ke $ 1,588,90 per troy ons. Sementara dalam perdagangan mata uang, USDJPY, naik menjadi 108,49 yen Jepang.

Penulis:

Baca Juga