Bursa Saham

Koreksi Bursa Saham Global, Sentimen Positif Teredam

FILE PHOTO: An investor looks at an electronic board showing stock information at a brokerage house in Shanghai, China September 7, 2018. REUTERS/Aly Song/File Photo/File Photo

Akuratnews.com - Bursa saham AS di Wall Street turun dari level tertingginya sepanjang masa yang dicatat pada sesi perdagangan sebelumnya, akibat penurunan saham Google pasca laporan pendapatan yang mengecewakan. Disisi lain, meredanya sentimen positif yang mendorng aksi risk on selama ini mulai memudar, meskipun data perumahan AS mencatat kenaikan di bulan Maret lalu.

Indek Dow Jones, mencatat penurunan hingga 0.35%. Nuansa menghindari resiko sudah terbaca sejak perdagangan di sesi Asia, laju kenaikan indek Hangseng tidak terjadi dengan ditutup turun 0.7%. Indikasi buruknya laporan Google, berimbas pada perusahaan terkait,  saham Tencent juga jatuh hingga 0.66%. Koreksi ini diperkirakan masih akan berlanjut dalam perdagangan hari ini.

Indek Kospi diyakini juga akan mengikuti hasil perdagangan di Wall street pada perdagangan hari ini. Saham Samsung Electronics Co, terpukul akibat laporan laba yang meleset dari perkiraan analis, meskipun perkiraan laba telah dipangkas sebelumnya. Sementara itu SK Hynix Inc. dan pembuat panel LCD LG Display Co. semakin menambah kekhawatiran sektor industri setelah hasil pendapatannya dilaporkan lebih rendah dari yang diharapkan. Akan tetapi sektor keuangan diharapkan mampu mengimbangi tekanan yang ditiimbulkan oleh sektor manufaktur, menyusul JB Financial Group Co. yang merilis laporan laba pendapatan yang mencatat hasil baik selama kuartal pertama lalu.

Sementara itu, pelaku pasar Asia berharap bahwa rencana MSCI Inc untuk memperluas bobot saham yang terdaftar di Cina pada indeks acuannya, berpotensi mengalirkan miliaran Dollar ke pasar saham utama yang paling flutuatif di dunia.

Pada perdagangan mata uang, Dolar AS berbalik menguat diakhir perdagangan hari Rabu setelah melemah diawal sesi. Kenaikan terjadi setelah The Federal Reserve menjelaskan prospeknya untuk ekonomi dalam menjaga suku bunga tidak berubah. Indek Dolar AS naik 0,2% ke 97,676, setelah jatuh ke level terendah sejak pertengahan April di 97,149. Fed nampaknya tetap dengan kebijakan 'sabar', mencatat inflasi inti yang lebih lemah.

Paska laporan tersebut, Dolar AS yang pada awalnya turun sebagai reaksi yang keliru terhadap pernyataan tersebut. Secara lebih rinci, dapat dipahami bahwa pemangkasan suku bunga tidak akan segera terjadi, dan greenback menguat ketika mereka bergabung dengan The Fed dalam mengakui kenyataan.

Sebelumnya di sesi ini, lapangan kerjaAS sebagaimana laporan  ADP menunjukkan lonjakan dalam perekrutan sektor swasta dengan 275.000 pekerjaan ditambahkan pada bulan April, melampaui konsensus pasar sebesar 180.000.

Lonjakan tersebut disertai dengan peringatan bahwa aktivitas manufaktur turun dengan laju paling lambat sejak Presiden Trump terpilih, kata Institute for Supply Management. Indek turun menjadi 52,8% di bulan April, turun dari 55,3% di bulan Maret.

Sementara itu, dalam perdagangan komoditi, harga emas mendapatkan bias positif dan bertahan di atas level $1280, meskipun memangkas sebagian di awal perdagangan. Penguatan kembali terjadi setelah Dolar AS menghadapi tekaan jual yang hebat pula. Selain itu meredanya sentimen risiko di pasar global, dinilai menjadi faktor utama bagi kenaikan safe haven Emas. (HQM)

Penulis:

Baca Juga