oleh

Bursa Saham Terbebani Perang Dagang AS – China Yang Memanas

Jakarta, Akuratnews.com – Bursa saham saham AS masih terbebani sentimen perang dagang dimana Presiden Donald Trump bersikukuh akan mengenakan tarif terbaru pada $ 200 miliar barang-barang China.

Sejumlah saham disektor teknologi seperti Apple dan Amazon akhirnya terkoreksi, menanggung beban ekspektasi kebijakan Trump tersebut. Tarif sebelumnya, yang dikenakan pada bulan Juli termasuk produk teknologi internet, elektronik lainnya, papan sirkuit cetak dan barang-barang konsumsi.

China kembali menegaskan sikapnya untuk melakukan aksi balasan. Beijing telah berkomitmen untuk memberlakukan tarif barang senilai $ 60 miliar jika AS melanjutkan ancaman tarifnya dengan $ 200 miliar lebih banyak barang-barang dari China. Bahkan akan melakukan pembatasan penjualan komponen, peralatan dan bahan-bahan kunci untuk rantai pasokan produsen AS. Tentu saja ini akan mempengaruhi perusahaan multinasional AS seperti Micron Technology dan Apple.

Upaya perundingan antara AS dan Cina sedang diupayakan. Meskipun dengan kabar terbaru tersebut, Cina mengancam tidak akan hadir dalam perundingan jika Trump memaksakan akan mengenakan tariff baru.

Pemerintahan Donald Trump juga melakukan , telah menekan sejumlah satu mitra dagang ketika mitra dagang yang lain menerima pembatasan penjualan baja dan mobil di pasar Amerika. Tekanan ini membuat investor khawatir akan berdampak pada produsen mobil di Jepang. Pasar merasa khawatir Tokyo akan terkena dampak dengan ultimatum yang sama segera. Mengingat Jepang bisa mendapat permintaan serupa dalam negosiasi bilateral penuh terkait apa yang disebut pemerintahan Trump perdagangan “bebas, adil dan memiliki timbal balik” dimulai setelah bulan ini.

Kisruh perang dagang ini membebani perdagangan di lantai bursa Asia juga. Selain adanya serangan badai yang menghantam wilayah Hong kong dan China. Bursa saham Hong Kong berakhir lebih rendah, dan indeks komposit utama China juga jatuh ke penutupan terendah dalam hampir empat tahun.

Indeks saham Kospi Korea Selatan dan mata uang won melemah kemarin. Sementara sentimen dan reaksi investor sepertinya akan mengikuti saat Amerika Serikat dan China mengenakan tarif satu sama lain pada bulan Juni lalu. Saham perusahaan penyiaran Korea Selatan naik sebelum siaran langsung acara-acara besar dari pertemuan antar-Korea yang akan diadakan mulai Selasa hingga Kamis di Pyongyang.

Bursa saham Jepang sendiri sedang libur pada hari Senin. (Lukman Hqeem)

Komentar

News Feed