Buruh Kembali Adukan CV. Sentosa Abadi

Morowali, Akuratnews.com - Polemik perburuhan terus berlanjut dan tak berkesudahan, antara manejemen CV. Sentosa Abadi (SA) dan pengurus maupun anggota Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Industri Kesehatan Energi dan Pertambangan (FIKEP) Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Morowali.

"PT. Tanjung Putia atau CV. SA melakukan berbagai dugaan pelanggaran. Diantaranya, adalah undang-undang ketenaga kerjaan dan pemberangusan serikat," kata Ketua DPC FIKEP SBSI Morowali, Sahlun Sahidi, Selasa (25/2/2020).

Menurut Sahlun, beberapa kali pihak serikat menyampaikan upaya protes kepada pihak menejemen. Bahkan, proses musyawarah dari tingkat perusahaan dan kabupaten, hingga provinsi sudah dilakukan sebagaimana amanat UU Ketenagakerjaan.

"Kami sudah lakukan proses penyelesaian hubungan industrial, apakah itu Bipartit atau Tripartit. Tak hanya itu, audiensi difasilitasi Pemda pun sudah dilakukan dan lahir kesepakatan, namun tidak diindahkan pihak perusahaan," ungkap Sahlun.

Untuk itulah, tambahnya, SBSI Morowali kembali mendorong percepatan proses penyelesaian permasalahan melalui aksi unjuk rasa, guna menyampaikan aspirasi yang dilakukan di lokasi CV. Sentosa Abadi di Desa Bahomakmur Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali.

"Apa yang terjadi?, justru pihak perusahaan CV. SA menonjobkan sejumlah karyawan yang ikut aksi unjuk rasa tersebut. Sehingga, kemarin kami datang untuk mengadu kepada Bupati Morowali, tentang adanya intimidasi yang dilakukan terhadap karyawan," tutur Sahlun.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Sahlun, Bupati Morowali berjanji akan memanggil menejemen CV. Sentosa Abadi dan akan dipertemukan dengan pihak SBSI untuk membahas semua permasalahan yang terjadi, pada Rabu (26/2/2020) besok.

"Pak Bupati pun heran, kenapa hanya PT. Tanjung Putia atau CV. Sentosa Abadi yang kerap gaduh dengan permasalahan karyawan. Padahal, banyak perusahaan di Morowali," ucap Sahlun menyampaikan pernyataan Bupati Morowali, Drs. Taslim.

Penulis: Wardi Bania

Baca Juga