Angkat Tragedi Berlatar Sejarah dan Budaya

Butuh Riset 10 Tahun Bagi ‘Bocah Angon’ Untuk Siap Edar

Bekasi, Akuratnews.com - Butuh waktu yang tak sedikit dalam penggarapan film berlatar belakang sejarah dan budaya besutan sutradara R. Jiwo Kusumo ini.

Jebolan jurusan film di Akademi Komunikasi Indonesia Yogyakarta ini harus melakukan riset sekitar 10 tahun untuk membuat film 'Bocah Angon'.

Dan kini, film ‘Bocah Angon’ masuk dalam tahapan baru dengan melepas poster resmi sekaligus soundtrack bertajuk ‘Aku Nusantara’ yang dibawakan D’Gank band, Jumat (12/7).

Peluncuran poster resmi sekaligus soundtrack film ini digelar berbarengan dengan diskusi bertajuk ‘Film Berbasis Budi Pekerti Dalam Industri Perfilman di Indonesia’.

“Film ini mengulik dan mengangkat nilai budi pekerti dengan konflik dan tragedi berlatar belakang sejarah dan budaya,” ujar Jiwo Kusumo di sela-sela peluncuran yang digelar di Lagoon Avenue, Bekasi ini.

Sejumlah pesan-pesan budi pekerti disisipkan dalam beberapa dialog para karaker di balik setiap kejadian. Pesan tentang pemimpin yang layak pun ada dalam film yang diproduseri Yuanita Ardistia dan KP Sutrisno Sastroadiningrat dari PT Kalachakra Media Sinema.

“Film ini terinspirasi dari serat-serat dan kitab kuno yang ditulis oleh leluhur-leluhur kita. Hal itulah yang menjadi dasar dan spirit pembuatan film ini sebagai pemantik bagi generasi masa sekarang dan yang akan datang untuk mempelajari serta mengenal asal usul dan leluhurnya,” ujar Jiwo.

Donny Alamsyah dan Emil Kusumo, dua pemain film ini mengaku punya pengalaman yang menarik saat terlibat di film yang bergenre suspense, namun masih bisa dinikmati oleh penonton anak-anak ini.

“Peran kita berdua kan dokter. Ada beberapa istilah ilmiah dan kedokteran yang kita revisi, kita kasih masukan biar nggak keliatan janggal, dan sutradara mengapresiasi itu,” ungkap Emil.

Donny Alamsyah pun mengamini apa yang dikatakan Emil. Diakuinya, peran sebagai seorang dokter yang menghadapi sebuah wabah yang berjangkit butuh pendalaman materi.

“Kalau sakit, ya sakit apa. Kalo wabah, ya wabah apa,” imbuh Donny seraya menyebut penonton film Indonesia harus menunggu film yang rencananya tayang akhir 2019 ini.

Selain Donny dan Emil, film ini juga dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Agatha Chelsea, Ditha Samantha dan empat pemain cilik Kimmy Satria, Neysa, Paco dan Maxis Bano.

Penulis: Rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga