Cabuli 305 Anak Dibawah Umur, Polisi Tangkap WN Perancis

Jakarta, Akuratnews.com - Polda Metro Jaya merilis kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur sebanyak 305 korban.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana menyatakan bahwa tersangka berinisial FAC alias Mister merupakan warga negara asal Perancis yang berusia 65 tahun.

"Untuk modusnya, tersangka berjalan-jalan dimana ada kerumunan anak-anak mereka mendekati, dibujuk dan diajak ditawarkan jadi foto model. Untuk anak yang mau diajak, kemudian mereka dibawa ke hotel di wilayah Jakarta Barat," kata Nana dalam konferensi persnya di Polda Metro Jaya, Kamis (9/8/2020).

Petugas saat menginterogasi FAC mengatakan, mencari korbannya di mall-mall hingga anak-anak jalanan. Korbannya ditawari untuk menjadi model dan ketika sampai di hotel korban di make up sampai terlihat cantik lalu difoto tanpa busana dan dipaksa berhubungan badan.

Apabila korban tidak mau menuruti pelaku, lanjut Kapolda, "mereka (korban-red) langsung di tempeleng bahkan sampai ditendang oleh pelaku. Setiap beraksi, pelaku selalu merekam aksinya dengan menggunakan kamera tersembunyi yang ditempatkan di kamar hotel," ungkapnya.

Sementara Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara menyatakan lembaganya siap merehabilitasi ratusan anak korban eksploitasi dan pelecehan seksual warga Prancis, FAC. Juliari telah menyiapkan sejumlah tempat pemulihan psikologi anak tersebut.

"Kami siap untuk menampung korban apabila diperlukan untuk direhabilitasi. Tentunya apabila diberi mandat untuk melakukan rehabilitasi, kami siap selama proses hukum berlangsung dan proses pemulihan," ucapnya.

Dirinya juga mengapresiasi keberhasilan Polri mengungkap kasus tersebut. Namun, dia prihatin atas perbuatan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang masih kerap terjadi. Dia tak ingin ada lagi kasus serupa terjadi. Tindakan amoral itu dapat dicegah dengan memperbaiki sistem di masing-masing pihak.

"Paling mudah adalah sistem early warning sistemnya harus lebih baik. Saya kira Polda Metro sudah baik sekali bisa mengungkap kasus ini," pungkasnya.

Juliari sepenuhnya mempercayakan proses hukum kepada kepolisian. Namun, dia berharap hukuman terhadap pelaku pelecehan seksual terhadap anak itu tidak ringan.

"Kami berharap proses hukum berjalan dan dapat hukuman setimpal," ungkapnya.

Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Piter Yanottama saat dihubungi membenarkan penangkapan tersebut.

"Benar, saat ini perkara tersebut ditangani Subdit Renakta Polda Metro Jaya. Mengenai perkembangan selanjutnya, kita lakukan penyidikan lebih lanjut," kata mantan Wakapolsek Metro ‎Menteng ini.

Akibat perbuatannya, Franz kini telah menyandang status tersangka dan dijerat dengan Pasal 81 ayat 5 junto 76 D UU RI Nomor 1 Tahun 2006 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau hukuman mati dan atau penjara seumur hidup.

Penulis: Irwan

Baca Juga