Seminar Literasi Digital

Cak Imin Menjadi Narasumber Webinar Dengan Thema “Peran Media Digital Dalam Membendung Radikalisme”

Kendal, Akuratnews.com- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pada Senin, 18 Oktober 2021  telah  menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat Literasi Digital: “Peran Media Digital dalam Membendung Redalisme”.

Tampil sebagai pembicara salam seminar tersebut yaitu Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI. Narasumber kedua adalah Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI, serta mengundang  Dr. Achmad Maulani selaku Staf Ahli Wakil Ketua DPRRI, dan Wakil Ketua PP Lakpes dan PBNU dan Bapak Misbahul Munir,S.Psi (Ketua Pimpinan Cabang Gp Ansor Kab. Kendal)

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Seminar Literasi Digital memiliki beberapa tujuan di antaranya adalah untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan binis; memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat; memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh APTIKA, mendorong dan memotivasi peran orang tua dalam pendampingan pembelajaran dimasa pandemi ,serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Tampil sebagai narasumber pertama Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc melalui tampilan video menjelaskan;

“Dimasa pandemi dan pesatnya teknologi telah merubah aktivitas seluruh masyarakat dalam melakukan kegiatan dan mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam transformasi digital Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mewujudkan masyarakat digital dimana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peran yang sangat penting. Karena dalam upaya transformasi digital, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri sehingga peran masyarakat sangat dibutuhkan. Sehingga Kominfo dan Siber Kreasi serta stakeholder lainnya terus berupaya mengadakan kegiatan guna mencapai tingkat literasi yang optimal,,” jelas Samuel.

Narasumber  kedua Dr. Achmad Maulani (Staf Ahli Wakil Ketua DPRRI, Wakil Ketua PP Lakpes dan PBNU), dalam paparanya menjelaskan;

“Media digital seperti pisau bermata dua: bisa membawa berkah sekaligus malapetaka. Pengguna internet aktif sebanyak 150 juta. Dengan jumlah yang demikian besar, maka berbagai paham keagamaan, mulai yang paling ekstrem/keras sampai yang paling lunak, sangat berpotensi menjadi pasar bebas yang bisa diakses siapapun. Maka media digital/internet harus diisi dengan konten-konten yang terus menyebarkan pemahaman keagamaan yang toleran, ramah dan menghargai perbedaan. Penyebaran pemahaman agama yang keras dan jauh dari nilai-nilai kemanuisaan harus dibatasi ruang geraknya. Agama tidak boleh menjadi monster yang menakutkan,” Jelas Achmad Maulani.

Narasumber ke-3 Dr. H. Abdul Muhaimin Iskandar, M.Si. (Wakil Ketua DPR RI) atau yang dikenal dengan nama Cak Imin, dalam paparan materinya menjelaskan;

“Pada saat ini kita mau tidak mau, ada motivasi yang benar-benar masuk kedalam dunia digital, maka dunia digital merupakan dunia keseharian yang mau tidak mau harus kita hadapi dan menjadi bagian di dalamnya. Sosial media tidak hanya menghubungkan satu orang dengan yang lainya tetapi sosial media menjadi sangat produktif, bukan saja arus informasi yang berkembang, bahkan antar subjek-subjek pelaku dunia social media adalah produsen-produsen dari informasi,” Jelas Cak Imin.

Lebih lanjut Cak Imin Menambahkan; “  Dunia digital ini yang kemudian semakin menguatkan social media, sehingga informasi cepat, efektif, produktif dan pergantianya sangat cepat. Maka cerdas dalam menggunakan social media adalah mengerti dan memanfatkannya sebagai peluang bisnis atau menjadikanya kekuatan sosial, ekonomi, bahkan politik. Itulah peluang untuk kita sehingga kita harus cerdas, cerdas artinya mampu memanfaatkan peluang dunia digital. Dan bijak dalam artian kita harus benar-benar menjadi subjek atau aktor dari dunia digital yang memberi manfaat,” tambahnya

Narasumber terakhir yaitu Misbahul Munir,S.Psi (Ketua Pimpinan Cabang Gp Ansor Kab. Kendal), dalam paparanya menjelaskan;

“Sikap redikalisme itu tidak hanya memberontakan dalam bentuk demonstrasi atau hal-hal yang turun ke jalan dan lain-lain, seakan-akan redikalisme dari sisi sosial kemasyarakatan, kebudayaan politik, ekonomi, penunjang orang bersikap berfikir, bergerak secara redikalisme, tetapi dalam hal ini kita menyikapi edologi agama. Sudah saatnya dakwah untuk menangkal Radikalisme agama dilakukan melalui Teknologi Informatika. Para Kader NU, Kiai dan Dai harus mengambil peran aktif dalam media sosial sebagai media menyampaikan pesan-pesan agama demi melawan dan membendung faham-faham radikal yang merongrong bangsa dan ideologi generasi,” jelas Misbahul.

Seminar ini diikuti sekitar 150 peserta, yang secara interaktif melakukan Tanya jawab dengan para narasumber. Dengan adanya acara ini diharapkan masyarakat dapat melakukan literasi digital sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia.

Penulis: Irish
Editor: Redaksi

Baca Juga