Cara Memiliki Rumah untuk Pasangan Muda

Ilustrasi
Ilustrasi

AKURATNEWS - Setiap pasangan tentu ingin memiliki rumah sendiri. Keinginan untuk membangun bahtera rumah tangga membuat banyak pasangan muda mencoba untuk segera membeli rumah idaman mereka.

“Rumahku adalah surgaku…”

Sayangnya, kondisi keuangan yang tidak stabil membuat banyak pasangan muda sulit mewujudkan impian tersebut. Setelah baru selesai dengan banyak biaya pernikahan, kini kita dihadapkan pada target untuk membeli rumah yang mahal.

Harga Rumah Mahal, Masih Ada Harapan?

Berdasarkan sebuah penelitian, saat ini hanya 35% pasangan muda milenial yang mampu membeli rumah. Sisanya hanya angan-angan. Seperti dilansir okezone.com, jutaan milenial terancam tidak bisa membeli rumah karena mahalnya harga rumah.

Lalu apa solusinya?

Namun meski begitu, bukan berarti tidak ada harapan. Dengan perencanaan keuangan yang baik, sangat memungkinkan bagi Anda untuk dapat membeli rumah impian Anda di situs jual rumah di jual rumah di jakarta.

Tentu ada banyak hal yang harus anda lakukan agar anda bisa memiliki rumah sesuai dengan keinginan anda, salah satunya anda bisa menabung untuk mendapatkan rumah impian.

Berikut ini akan kami uraikan tips membeli rumah untuk pasangan muda meski gaji atau penghasilannya masih pas-pasan.

Buka tabungan khusus untuk program pembelian rumah

Sebagai langkah pertama, dan langkah terpenting, Anda harus mulai berkomitmen pada program pembelian rumah ini. Hal ini banyak yang belum dimiliki oleh pasangan muda saat ini. Keinginan untuk membeli rumah tidak pernah terwujud karena kami tidak pernah berkomitmen untuk mulai sekarang.

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk anda bisa membeli rumah. Anda bisa membuka rekening baru namun rekening ini khususkan untuk menabung membeli rumah. Akun ini tidak boleh dicampur dengan akun sehari-hari. Setoran awal tidak perlu terlalu banyak. Anda bisa menyesuaikan dengan kondisi keuangan keluarga anda.

Setelah itu jangan lupa untuk menentukan besaran yang akan Anda alokasikan untuk tabungan ini setiap bulannya.

Ikuti program cicilan DP (Uang Muka)

Masalah terberat dalam membeli rumah secara KPR adalah DP. Tingginya angka DP membuat banyak orang enggan menunda membeli rumah.

Bagaimana cara mengatasinya?

Saat ini ada banyak program cicilan DP yang bisa Anda ikuti. Baik yang diberikan langsung oleh developer maupun oleh bank.

Jika Anda menggunakan program cicilan DP oleh bank, hal ini bisa menguntungkan Anda saat ingin mengajukan KPR di bank. Setidaknya, bank sudah mengenali kondisi keuangan Anda.

Pilih rumah dengan angsuran maksimal 30% dari pendapatan

Perencana keuangan merekomendasikan agar Anda mengalokasikan tidak lebih dari 30% pendapatan Anda untuk program pembelian rumah. Bank biasanya juga menggunakan perhitungan ini.

Mengapa 30%?

Hanya agar kondisi keuangan Anda tetap stabil. Bayangkan saja, apa jadinya jika 70% penghasilan Anda dialokasikan untuk cicilan rumah saja, sementara Anda masih punya kebutuhan lain yang harus dipenuhi.

Pasti akan menghabiskannya dengan benar?

Misalnya, jika gaji bulanan Anda Rp. 5 juta, maka Anda hanya bisa membeli rumah dengan cicilan bulanan tidak lebih dari Rp. 1,5 juta saja.

Bawa pulang saat meluncurkan

Biasanya sebelum dipasarkan ke masyarakat umum, seorang developer meluncurkan rumah yang akan ia kembangkan. Jarak antara peluncuran dan rumah siap huni sekitar enam hingga delapan bulan.

Nah, saat launching, developer kerap mengadakan promosi dan diskon khusus. Hal tersebut bisa Anda manfaatkan untuk mendapatkan harga rumah yang lebih murah. Setelah jadi, dan siap huni, biasanya harga rumah akan naik drastis. Bisa sampai sepuluh kali lipat.

Pertimbangkan perumahan syariah

Perumahan Islami adalah perumahan yang dikembangkan dan dibayar dengan mencicil tanpa bunga. Dengan begini, harga rumah bisa lebih murah dibanding hunian konvensional.

Perumahan syariah juga biasanya tidak melakukan pengecekan BI, tidak melakukan penyitaan, atau denda bila terlambat membayar cicilan.

Ini bisa menjadi keuntungan yang sangat baik bagi pasangan muda yang ingin membeli rumah. Selain dijamin halal bebas unsur riba, pengerjaannya juga lebih mudah dan harganya lebih murah.

Ambil KPR dengan Tenor Panjang

Dalam sistem KPR biasanya akan di berikan pilihan tenor antara 5 hingga 20 tahun. Itu tergantung pembangunan perumahan masing-masing. Nah, dengan memilih tenor terpanjang, otomatis jumlah cicilan juga akan lebih sedikit. Ini akan sangat menguntungkan di masa depan.

Mengapa?

Karena akan terjadi inflasi mata uang. Dimana nilai mata uang menurun, sedangkan jumlah yang harus Anda bayarkan tetap.

Manfaatkan fasilitas KPR dari kantor

Beberapa perusahaan memiliki fasilitas KPR untuk karyawannya. Nah, Anda bisa menanyakan pertanyaan ini ke departemen HRD perusahaan Anda. Jika kantor Anda menyediakan fasilitas KPR, sebaiknya segera gunakan.

Banyak keuntungan menggunakan fasilitas KPR dari perusahaan, yaitu proses ACC dari bank atau developer menjadi lebih mudah.

Selain itu, Anda juga bisa memotong gaji otomatis untuk cicilan rumah. Jadi tidak perlu takut uang digunakan untuk hal lain.

Carilah penghasilan tambahan

Meski klasik, tips berikut penting dilakukan. Namun, membeli rumah bukanlah perkara mudah. Anda akan terus menanggung beban pembayaran hipotek selama beberapa dekade mendatang.

Oleh karena itu, untuk menambah penghasilan Anda, ada baiknya untuk mencari penghasilan sampingan.

Penghasilan sampingan saat ini sudah memiliki banyak jenis yang bisa nda kerjakan. Semua informasi tersedia di internet. Misalnya membuka warung makan kecil di depan rumah, membuka bisnis online, dan menggunakan kendaraan untuk bergabung sebagai ojek online.

Pada gilirannya, tidak jarang pendapatan sampingan lebih menjanjikan dari pada gaji pokok. Yang pasti, sedikit banyak akan meringankan beban keuangan keluarga baru Anda.

Minta kejelasan sertifikat rumah kapan harus mengganti nama

Saat anda membeli rumah baru, nama rumah tersebut biasanya sudah di ubah dari nama developer ke nama anda. Jika Anda tertarik untuk membeli, pastikan Anda menanyakan dengan lebih jelas dan tepat kapan sertifikat tersebut bisa ditransfer ke nama Anda.

Ini sangat penting karena jika sertifikat belum diubah menjadi nama Anda, maka Anda tidak dapat mentransfer kredit (take over) ke bank lain dari bank saat ini. Bank akan meminta sertifikat atas nama Anda agar bank dapat menyetujui pengajuan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) Anda dan menjadikannya sebagai jaminan hukum di mata hukum.

Tidak membayar Uang Muka (DP) sebelum KPR disetujui

Sebelum pinjaman yang Anda ajukan disetujui oleh bank, maka jangan pernah mau membayar uang muka (DP) yang sudah ditentukan kepada pengembang. Alasannya sederhana karena tidak ada jaminan bank akan menyetujui KPR yang Anda inginkan meski pengembangnya sudah bekerja sama dengan pihak bank.

Jika Anda tetap bertekad untuk membayar DP kepada pengembang dan KPR ditolak oleh bank, Anda berisiko uang DP tersebut akan sulit dikembalikan atau mendapatkan potongan harga dengan persentase tertentu.

Nah itulah tips membeli rumah untuk pasangan yang mudah. Semoga ini dapat membantu Anda dalam menemukan rumah impian untuk keluarga Anda.

Kesimpulan

Membeli rumah untuk pasangan muda memang tidak mudah. Butuh banyak komitmen dan perjuangan. Dan yang pasti butuh kerjasama dan solidaritas antara Anda dan pasangan.

Namun, semua itu pasti bisa dijalani. Selama Anda memiliki perencanaan keuangan yang matang. Rumah idaman bukanlah hal yang mustahil untuk dimiliki.

Penulis: Redaksi

Baca Juga