CELGOR: Akhyar sedang Membangun Habitus Clean and Good Governance

Medan, Akuratnews.com - Pemerintahan yang baik dan bersih (Clean and Good Governance) merupakan spirit dari reformasi birokrasi yang selalu didengungkan oleh Pemerintahan Jokowi. Hal ini direfleksikan dalam pola kinerja baik di pemerintah pusat maupun di daerah.

Dalam konteks Kota Medan, Center for Local Government Reform (CELGOR) menilai bahwa pembenahan internal yang dilakukan oleh Plt. Walikota Medan, Ir. H Akhyar Nasution MSi sudah berada pada rel yang tepat (on the track).

Hal ini disampaikan oleh Direktur CELGOR Sumut, Pardo Gultom, dalam keterangan rilisnya kepada awak media, Jumat, (21/2/2020).

"Dalam beberapa bulan Akhyar Nasution menjabat sebagai pelaksana tugas Walikota sudah terlihat kinerjanya dalam memimpin SKPD dan pembenahan tata ruang Kota Medan. Terlihat dari pergerakan P3SU di tingkat lingkungan yang ada di Kota Medan," ujar Pardo.

Dia juga menilai bahwa tak mudah menggerakkan birokrasi dan pemerintahan hingga ke basis lingkungan yang selama ini sangat langka melakukan pembersihan selokan dan parit-parit yang dipenuhi sampah.

"Apa kita pikir mudah untuk menggerakkan Kepling dan Lurah agar mau memperhatikan daerahnya? Belum tentu. Disitulah kelebihan Akhyar. Dia mau turun melihat kegiatan pembersihan parit-parit hingga pukul 4 pagi," ungkap Pardo.

Dia juga mengatakan, tak semua orang mau mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Akhyar Nasution.

"Sebagai kepala daerah, Akhyar sudah melakukan tugasnya dengan baik. Kalau dipikir-pikir, ngapain sih Akhyar sibuk mengerjakan itu semua? Toh juga masa Plt-nya cuma beberapa bulan saja," ujar Pardo.

Saat ditanya, apakah Akhyar rutin melakukan kerjanya karena punya target Pilkada? Dia menjawab bahwa yang dikerjakan oleh Akhyar Nasution sangat positif.

"Sah-sah saja Akhyar Nasution maju sebagai calon Walikota Medan. Itu hak konstitusi semua warga, termasuk Akhyar pribadi. Kalau pun ada yang menghubung-hubungkan kerja Akhyar dengan target Pilkada, itu wajar saja. Yang susah itu kan ketika ada kandidat tiba-tiba nyalon, tak pernah berbuat, lalu dipuja-puja. Ini kan naif namanya," pungkas Pardo.

Penulis: Redaksi

Baca Juga