Bentrokan Massa dan Aparat

Tim Medis Dompet Dhuafa Diserang Aparat Keamanan

Foto ilustrasi.

Jakarta, Akuratnews.com - Bentrok massa dengan aparat pada aksi 21/22 Mei kemarin menyebabkan ratusan korban luka dan 7 orang meninggal dunia yang tercatata pada pukul 9 pagi dan diumumkan secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta. Namun jumlah korban meninggal pada bentrok di Bawaslu malam harinya, belum diketahui.

Diantara korban luka terdapat Tim Medis Dompet Dhuafa yang diduga diserang aparat keamanan. Korban luka dari Tim Dompet Dhuafa disampaikan langsung Direktur Program Dompet Dhuafa Bambang Suherman.

Meski tidak menjelaskan berapa orang dari anggota tim yang terluka, namun menurut Bambang, tim medis Dompet Dhuafa saat melakukan tindakan kemanusian dalam aksi 21/22 Mei telah diserang oleh aparat keamanan.

"Saya Bambang Suherman, Direktur Program Dompet Dhuafa membenarkan kejadian penyerangan terhadap tim medis Dompet Dhuafa oleh aparat pengamanan," kata Bambang Suherman seperti dilansir situs teropong, Kamis (23/5/2019).

Bambang menceritakan kejadian penyerangan terjadi sekitar pukul 00.16 wib. "Pada sekitar pukul 00.16. Laporan pertama kejadian dilaporkan oleh Sdr Benny, Pimpinan lembaga respon DMC Dompet Dhuafa," jelasnya.

Bambang melanjutkan saat ini pihaknya sedang menangani korban dan mendalami kronologis kejadian. "Terima kasih atas perhatian teman-teman semua, dan mohon doa untuk semua tim kemanusiaan yang ada di lapangan. Salam kemanusiaan," tandasnya.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari pihak keamanan terkait adanya serangan terhadap Tim Medis Dompet Dhuafa.

Sementara itu, ratusan orang ditangkap atas tuduhan telah memprovokasi massa, termasuk beberapa diantaranya membawa senjata tajam.

Penulis:

Baca Juga