China Daily: Pihak yang Pisahkan Hong Kong dari China Akan Dihancurkan

Salah satu tulisan yang di bawa oleh demonstran. (Foto istimewa).

Beijing, Akuratnews.com - Demonstrasi di Hong Kong tetap berlangsung meski otoritas setempat telah membatalkan Rancangan Undang-undang (RUU) Ektradisi yang memungkinkan pelaku kriminal yang sudah menjadi tersangka, dapat diadili di pengadilan komunis China.

RUU ekstradisi yang muncul sejak Juni itulah yang menjadi pemicu gelombang aksi unjuk rasa kelompok pro demokrasi yang anti terhadap Beijing dan membakar situasi politik di Hong Kong.

Kerusuhan pun pecah, bentrok aparat dengan demonstran tak bisa dihindari. Kerusuhan pun meluas ke seantero Hong Kong.

Pemerintah Hong Kong pro Komunis China akhirnya menyerah dan membatalkan RUU tersebut. Namun, para demonstran masih belum puas. Kabar terakhir, demonstran berkumpul di Konsulat Amerika Serikat (AS) untuk meminta bantuan Presiden Donald Trump agar membebaskan Hong Kong dari Kekuasaan China. Mereka membawa tulisan "Presiden Trump Tolong Bebaskan Hong Kong" dalam aksi tersebut.

Merespon kerasnya demonstrasi, Surat Kabar Pemerintah Komunis China, China Daily, menegaskan bahwa Hong Kong adalah bagian yang tak terpisahkan dari China.

"Segala upaya untuk memisahkan Hong Kong dari China akan dihancurkan," tulis China Daily yang menjadi corong bagi pemerintah Komunis berkuasa di negeri Tirai Bambu, pada Senin (9/9/2019).

China Daily menuduh pihak asing berada di belakang aksi demonstran tersebut. Dalam editorialnya, China Daily mengatakan, unjuk rasa pada hari Minggu adalah bukti, pasukan asing berada di belakang protes tersebut. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga