Sepakati Perjanjian Rahasia

China Dapat Akses ke Pangkalan Militer Kamboja

Jakarta, Akuratnews.com - Kamboja dan China berulang kali membantah adanya kesepakatan membangun pangkalan militer bersama, di tengah-tengah upaya Amerika Serikat (AS) yang memperingatkan Kamboja.

Namun, pada Minggu, 21 Juli, Kamboja resmi menandatangani kesepakatan dengan China untuk menyediakan sebuah pangkalan Angkatan Laut China di negara itu, menurut laporan Wall Street Journal.

Menurut laporan itu, para pejabat AS yang menerima draf kesepakatan, mengatakan bahwa Kamboja akan memberikan akses China ke pangkalan laut yang terletak di Ream, Teluk Thailand (Teluk Siam) selama 30 tahun, dengan perpanjangan otomatis setiap 10 tahunnya, seperti dilansir Sputnik, Senin (21/7/2019).

Tetapi, baik China maupun Kamboja telah membantah adanya kesepakatan. Juru bicara pemerintah Kamboja mengatakan laporan itu sebagai berita palsu.

"Tidak ada yang terjadi seperti itu," katanya kepada Wall Street Journal.

Sebelumnya pada bulan Januari, Perdana Menteri Kamboja menyebut rumor dari kesepakatan sebagai berita palsu, dan menambahkan bahwa Konstitusi Kamboja tidak memungkinkan negara manapun untuk mendirikan pangkalan militer di negara itu.

Pada saat itu, Departemen Pertahanan AS mengirim surat kepada Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Banh, menanyakan mengapa Phnom Penh menolak tawaran untuk memperbaiki pangkalan angkatan laut Ream.

Namun, juru bicara DoD berkomentar tentang masalah pada bulan Januari mengatakan bahwa "mungkin, akan ada beberapa perubahan di masa depan," tanpa memberikan rincian.

Pejabat AS saat ini tengah membahas bagaimana mereka dapat membujuk Kamboja untuk membalikkan kesepakatan, yang diduga sebagai dasar China untuk mengerahkan personil militer, menyimpan senjata, dan kapal perang yang berlabuh lebih dekat ke daerah sensitif, demikian laporan Wall Street Journal.

AS dan sekutunya telah berupaya untuk menghalangi Kamboja dari perusahaan China yang akan membangun Bandara Internasional Dara Sakor yang akan dibuka pada 2020, menurut The Hill.

Bandara itu dibangun dengan sewa selama 99 tahun, yang memiliki landadan pacu sepanjang 2 mil yang dikatakan cocok untuk transportasi berat pesawat militer China.

Hubungan antara Kamboja dan Amerika Serikat mencapai titik rendah pada bulan Agustus 2017 setelah Phnom Penh menuduh Washington ikut campur dalam urusan domestik negara itu.

Pada bulan Januari, media Kamboja berspekulasi bahwa basis Angkatan Laut Cina di pantai Kamboja akan memberikan akses Beijing ke sebuah sayap baru di wilayah sengketa laut Cina Selatan.

Penulis: Redaksi
Editor:Redaksi

Baca Juga