Curcumin Diyakini Tingkatkan Imunitas di Tengah Wabah

Kika: Iwan Setiawan Praktisi Jamu dan Herbal, Dr. Akhmad Darmawan Peneliti LIPI Prof. Dr. Muhammad Hanafi Peneliti LIPI, Dr.rer.nat. Chaidir, Apt Rekayasa Obat dari Bahan Alami BPPT, dan Edward Basilianus Praktisi Jamu dan Herbal. (Foto, akuratnews.com)

Tangsel, Akuratnews.com - Kondisi psikologis masyarakat tanah air sedang diuji. Bagaimana tidak, dalam beberapa minggu terakhir seluruh komponen masyarakat perhatiannya sedang tertuju kepada penyebaran virus corona (Covid 19) yang telah mengguncang dunia. Dari data yang dikumpulkan redaksi akuratnews.com sudah 180 negara terjangkit virus Covid 19 di tajun 2020 ini.

Di tengah kondisi khawatir, Indonesia sebagai negara yang memiliki beragam kekayaan alam, menjadi harapan besar dalam menangkal virus-virus yang ada, salah satunya dengan curcumin. Curcumin diyakini banyak terdapat di kunyit atau temulawak, di mana selama ini diketahui sebagai bumbu dapur dan bahan herbal nenek moyang.

Berdasarkan penelitian Xue Pen Hang Etal di tahun 2015, dilaporkan curcumin dapat mrningkatkan fungsi jantung dengan menyeimbangkan proses degradasi dan sintesis kolagen (pembentukan kolagen baru) setelah kondisi infark otot jantung ( kematian otot jantung).

Peneliti LIPI Prof. Dr. Muhammad Hanafi mengungkapkan, terkait dengan kondisi curcumin (herbal) yang dapat menyembuhkan penyakit khususnya penyakit yang berasal dari virus dinilai masih debat table. Namun, curcumin secara klinis diakui dan teruji efektif dan aman dalam meningkatkan imunitas.

"Saya kira kondisinya sedikit berbeda. Karena, selama ini kita sudah menggunakan curcumin baik sebagai jamu maupun obat berstandart. Secara klinis teruji efektif dan aman," terangnya di hadapan awak media, di Pusat Penelitian Kimia LIPI Serpong, (19/3).

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga