Dalam Forum P2TP2A Matim, Bupati Agas Ingatkan Kerja Dengan Data

Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, SH.,M.Hum || dok. Prokokopim Setda Matim.
Bupati Manggarai Timur Andreas Agas, SH.,M.Hum || dok. Prokokopim Setda Matim.

Bupati Andreas Agas berharap agar pola kerja tim P2TP2A dalam mengkawal isu ramah anak dan perempuan di Manggarai Timur harus mencakup tiga aspek yaitu pencegahan, advokasi dan rehabilitasi.

AKURATNEWS - Pemerintah Manggarai Timur (MATIM) melalui tim Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ( P2TP2A) terus bekerja mewujudkan berkomitmen menuju Kabupaten ramah anak dan perempuan.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Manggarai Timur, Andreas Agas dalam pertemuan pengembangan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak ( P2TP2A), bertempat di Aula Kopdit Abdi Manggarai Timur, Kamis 4 November 2021.

Pada kesempatan itu Bupati Andreas Agas berharap agar pola kerja tim P2TP2A dalam mengkawal isu ramah anak dan perempuan di Manggarai Timur harus mencakup tiga aspek diantaranya pencegahan, advokasi dan rehabilitasi.

"Kerja kita harus lebih banyak porsinya pada pencegahan, jangan tunggu ketika ada kasus baru kita ribut, dan kita datang macam pemadam kebakaran, tanpa tahu sumber apinya," ungkap Bupati Agas.

Pada kesempatan itu, Bupati Andreas Agas membuat beberapa catatan kritis kepada tim P2TP2A yaitu terkait kelebihan dan kekurangan kerja kolaboratif. Selaim itu, Ia juga mengingatkan agar P2TP2A jangan terjebak dengan kerja administratif.

"Rohnya kerja kolaboratif itu bahwa kita bekerja untuk isu yang sama dengan kapasitas masing-masing. Kelemahan dari sistem ini adalah saling mengharapkan, terjebak dengan alur yang terlampau birokratik dan cenderung bertele-tele," kata mantan dosen Hukum Undana Kupang itu.

"Sekali lagi saya ingatkan bahwa forum ini, jangan terjebak kerja administratif, dan mengabaikan situasi riil di lapangan," tegas Bupati Agas.

Dihadapan para tim Wahana Visi Indonesia, JPIC, dan Anggota DPRD Manggarai Timur, serta perwakilan organisasi masyarakat dan yang hadir saat itu, Bupati Andreas Agas meminta P2TP2A bekerja berbasis data.

"Petakan secara baik sumber masalah agar strateginya benar. Riset menjadi penting, supaya kita tidak hanya sibuk menyirami api, tapi tidak menghentikan sumber apinya," pungkas mantan kepala Ombusdman itu.***

Penulis: Yohannes Marto

Baca Juga