Dampak Virus Corona, Pemerintah Diminta Lakukan Ini Dalam Omnibus Law

Ilustrasi Virus Corona

Jakarta, Akuratnews.com - Dunia saat ini sebagian besar tersita perhatiannya dengan virus Corona (Covid-19). Kasus demi kasus berimbas kepada kebijakan ekonomi, di mana kasus Covid-19 telah meluluhlantakkan sebagian perkonomian Cina, dimana kasus tersebut berasal.

Jumlah kasus positif Virus Covid-19 sudah mencapai angka lebih dari 90 ribu yang tersebar di 76 negara. Sejak pertama kali Pemerintah China mengumumkan tersebarnya Covid-19 dapat dikatakan bahwa fenomena tersebut mempengaruhi perekonomian dunia secara signifikan, begitu pun dengan perekonomian Indonesia.

"Industrialisasi di China sangat pesat. China telah menjadi pusat global supply chain. Makanya, ketika China kena musibah virus Corona jelas berdampak pada kegiatan industri hampir di seluruh dunia. Tak terkecuali Indonesia, karena kita enggak ada suplai bahan baku. Negara-negara lain juga mengalami hal serupa," kata Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartarti, di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, pemerintah perlu membantu kalangan industri untuk mencari alternatif pasokan bahan baku, bahkan peluang untuk mendorong industri substitusi impor. Hal tersebut dapat dijadikan momentum bagi Indonesia untuk mengundang investor agar berinvestasi ke industri hulu.

“Mumpung Pemerintah sekarang baru membahas Omnibus Law, hemat saya lebih tepat Omnibus Law fokus merespons peluang emas ini. Sekarang, yang paling urgen fokus menyelesaikan masalah perizinan untuk investasi di sektor industri. Sebab, permasalahan utama bagi investor saat ini berada di masalah perizinan, terutama di sektor industri manufaktur,” tambah Enny.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga