Dana Proyek Tahun 2019 di Depok Belum Cair, Angkanya Capai Puluhan Miliar Rupiah

Depok, Akuratnews.com - Pemerintah Kota Depok masih belum menyelesaikan pembayaran hasil pekerjaan ratusan proyek yang di gelar pada tahun anggaran 2019 lalu kepada pihak kontraktor.

Dana proyek pembangunan sarana infrastruktur tahun anggaran 2019 lalu itu terdapat di Dinas Perumahan Permukiman Kota Depok.

"Banyak dana proyek yang masih belum bisa cair sampai sekarang. Bahkan nilainya ada yang sampai miliaran rupiah", ucap T salah seorang pengusaha jasa kontruksi yang jadi mitra pembangunan Pemkot Depok.

Memang, katanya, kalo nilai uang proyek miliknya yang masih belum bisa cair itu nilainya tidak sebanyak kontraktor lainnya yang sampai miliaran rupiah.

Meski begitu, dirinya mengaku heran jika sampai lewat tahun masih belum bisa cair juga. Padahal fisik dan atministrasi sudah selesai semua. "Waktu itu katanya blokiran uang saya sudah di buka, tapi begitu saya cek masih belum bisa ditarik. Ternyata kata pihak dinas ada kesalahan di nomor rekeningnya," jelas T.

Terkait itu, pihak Disrumkim mengakui adanya pembayaran pekerjaan proyek tahun 2019 lalu yang masih belum dibayarkan kepada pihak kontraktor sebagai rekanan pemkot Depok.

"Kurang lebih ada sekitar 37 miliar dana proyek tahun 2019 lalu yang masih belum di cairkan kepada rekanan. Total proyeknya sekitar 115 kegiatan," ucap Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan dan Permukiman, Suwandi kepada Akuratnewscom, Selasa,(11/2/2020).

Keterlambatan proses pencairan pada akhir tahun 2019 lalu menurutnya lantaran terjadinya keterlambatan proses atministrasi penagihan proyek dan beberapa fisik pekerjaan yang masih belum selesai.

Dituturkan Suwandi, saat jelang akhir tahun 2019 lalu itu pihaknya sudah menginformasikan jika batas akhir proses penagihan di BKD akan tutup pada jam 3 sore dan kenyataanya banyak dari rekanan yang mulai bawa berkas pada siang jelang sore. Sedang, proses penyelesaian berkas butuh tahapan.

Saat ini, pihaknya mengaku sedang upayakan pencairan bisa terealisasi di bulan Maret 2020. "Ya, pencairanya sedang diupayakan secara bertahap pada pergeseran anggaran di bulan Maret," ujar Suwandi.

Dirinya berharap semua dananya bisa terealisasi pada triwulan ke dua atau sekitar di bulan enam. Secara fisiknya sudah selesai semua jadi, mudah-mudahan paling lambat bulan enam sudah dibayarkan.

Menanggapi hal itu, Sekertaris Daerah Kota Depok, Hardiono terkesan belum mau banyak berikan komentar seputar penyebab besarnya dana proyek tahun 2019 yang belum cair kepada para kontraktor.

Dirinya hanya mengatakan banyak faktor yang jadi penyebab tertundanya pencairan dana proyek tersebut. Sejauh ini juga pihak pemkot Depok masih lakukan evaluasi terkait penyebabnya.

"Banyak faktor, oleh karenanya saat ini sedang di evaluasi oleh pihak Badan Perencanaan Daerah", tutup Hardiono.

Penulis: Eko Ahdayanto

Baca Juga