13 Tewas, 27 Orang Masih Hilang

Danramil, Kasi Trantib Cimanggung dan Kasi BNPB Sumedang Jadi Korban Longsor

Sumedang, Akuratnews.com - Danramil Cimanggung, Kapten Infantri H. Setiyo Pribadi menjadi korban dan gugur akibat tertimbun longsoran tanah di Dusun Bojongkondang, Desa Cihanjuang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang Sabtu (9/1).

Suasana duka pun menyelimuti proses pemakaman Kapten Infantri H. Setiyo Pribadi. Sang istri, Tety bahkan tak sanggup lagi untuk menapakan kakinya di pemakaman keluarga di sekitar tempat tinggalnya, Dusun Cikole RT 02/ RW 02 Desa Cikole Kec. Cimalaka Kabupaten Sumedang.

Sambil duduk di kursi, Tety tak kuasa lagi menahan sesak, saat memandingi jenazah almarhum dimasuki ke liang lahat dan ditimbun tanah merah.

Kerabat serta sahabatnya pun berusaha menenangkannya, seraya meminta untuk mengikhlaskan suaminya yang gugur saat menjalankan tugas mendata korban longsor di wilayah tersebut.

"Jadi begitu ada yang memberi kabar, kalau bapak meninggal, saya sempat tak yakin. Sampai sekarang pun perasaan saya masih belum percaya," ucap Tety lirih.

Tak hanya Setiyo, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumedang, Yedi dan Kepala Seksi Trantib Kecamatan Cimanggung, Suhanda juga menjadi korban longsor.

Ketiganya saat itu tengah melakukan evakusi longsor di Perum Pondok Daud, Kampung Bojongkondang, RT 3/10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Ketiganya, ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsor susulan yang terjadi sekitar 19.00 WIB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang menyebut, longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah tidak stabil. Sedangkan longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama.

Tim SAR menyatakan hingga saat ini sebanyak 27 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun longsor, berdasarkan aduan dari masyarakat. Sedangkan korban tewas baru ditemukan 13 orang.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga