Daya Eksekusi Pemimpin Depok Dinilai Lemah

Depok, Akuratnews.com - Minimnya kemampuan penyelesaian pada persoalan Kota Depok mencuatkan kritik dari warga terhadap kinerja pemimpin Kota Depok saat ini.

Salah seorang warga Depok, Rama Pratama yang juga sebagai mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI priode 2004-2009, menilai Kota Depok perlu penyegaran.

"Kota ini tidak bisa mengikuti pertumbuhan masyarakatnya sehingga terlihat ruet", ucap Rama di kawasan Grand Depok City, Kota Depok, Rabu,(15/1/2020).

Masih belum bisa terbangunnya moda transportasi yang intregatif dan modern di Depok, juga dianggap sebagai kelemahan Kota Depok dalam membangun kemitraan dengan kota tetangga terkait kolaborasi transportasi.

Hal seperti itu, lanjutnya, perlu dibuat karena akan lebih mudah untuk mentata kota, mengurai kemacetan di pusat kota dengan layanan transportasi yang terintregasi dengan kota lain seperti Jakarta dan kota tetangga lainya.

Menurut Rama, pemimpin harusnya mampu lakukan lobby-lobby hingga di tingkat pusat serta mampu membangun kebijakan yang intregatif.

"Kita berangkat dari persoalan di Depok dan kenapa kita perlu segarkan pemimpinya karena saya melihat daya eksekusi kepemimpinan Depok saat ini lemah", ujar mantan Ketua Senat mahasiswa UI angkatan 1998 yang akan tampil sebagai calon Wali Kota di Pilkada Depok 2020.

Rama juga menilai Depok kurang modern insklusif dan hijau serta belum bisa membuat layanan publik yang berbasis tekhnologi.

Dicontohkanya, konteks hijau seperti situ-situ yang ada masih belum tertata. Insklusif membangun platform kolaborasi kerjasama berpartisipasi membangun Depok.

Dituturkan Rama, kota ini memiliki banyak sekali potensi yang seolah telah tersia-siakan sekian lama. Potensi dan kebaikan itu yang mestinya bisa dihimpun dan dioptimalkan.

"Pembangunan harus bisa secara kolaborasi dengan warganya. Meratakan pertumbuhan ekonomi masyarakat mestinya bisa dan Depok butuh penyegaran", tandas Rama.

Penulis: Eko Ahdayanto

Baca Juga