oleh

DCS Diumumkan, Caleg Siap Rogoh Kocek Kampanye

Medan, Akuratnews.com – Tahapan proses verifikasi dan penelitian berkas bakal calon legislatif (caleg) pada Pemilihan Legislatif ( Pileg) 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah selesai. KPU Medan telah mengumumkan Daftar Calon Sementara (DCS) anggota DPRD Medan 2019 – 2024.

Dari 750 bakal caleg KPU Medan 21 diantaranya Tidak Memenuhi Syarat (TMS) . Partai Garuda terbanyak karena 17 bacaleg dinyatakan TMS, kemudian PSI 2 bacaleg, PPP dan Perindo masing masing 1 bacaleg.

Bakal caleg pun mulai melakukan hitung hitungan biaya untuk persiapan kampanye. Pada Pileg 2019 selain masih ikut beberapa partai politik lama, ada beberapa partai politik baru yang ikut. Kondisi ini membuat persaingan perebutan suara pemilih semakin ketat. Butuh sosialisasi yang luas bagi para bacaleg dan butuh biaya cukup besar.

Drs H Hendra DS, caleg DPRD Medan 2019 – 2024 daerah pemilihan (Dapil) IV nomor urut 1 dari partai Hanura tidak menampik isu tingginya biaya kampanye bagi bacaleg pada pemilihan 2019 mendatang.

“Masalah biaya tinggi apalagi calon anggota yang baru tentu besar agar bisa meraih suara tapi itu tidaklah mutlak jika calon memiliki strategi pemenangan” ungkapnya saat ditemui di gedung DPRD Medan, Kamis (16/8/2018).

Menurutnya, strategi turun langsung ke masyarakat merupakan cara yang sangat efektif agar bisa meraih suara. Idealnya memang bertatap muka dengan calon pemilih.

” Hitung hitungannya pada 2019 diperkirakan ada peningkatan dua kali lipat dibandingkan pada pileg 2014 lalu . Selain meningkatnya harga keperluan logistik kampanye juga persaingan bacaleg semakin ketat dengan adanya partai baru, dan wajah wajah baru” ujar Hendra.

Namun Hendra tdak khawatir dengan tingginya biaya tersebut mengingat ianya sudah memahami strategi pemenangannya. Saat ini Hendra DS merupakan incumbent di DPRD Medan periode 2014 – 2019 dan duduk sebagai Ketua Komisi C.

Terpisah, Pengamat Politik dari GPMJ Sumatera Utara Drs H S Wahyudi MM mengatakan, biaya kampanye cukup besar bisa mencapai hingga miliaran. Sebab, modal awal seseorang adalah popularitas atau dikenal masyarakat. Seorang bacaleg akan menggunakan banyak cara agar dia lebih dikenal dan popularitasnya meningkat, selain menggunakan media luar ruang yang sudah umum seperti poster, spanduk hingga baliho juga menggunakan media cetak maupun elektronik seperti media online, dan media sosial lainnya.

“Secara pembiayaan, sudah lazim jika ada pengeluaran biaya. Karena untuk sosialisasi meskipun sekedar ngumpul diwarung kopi pasti semua ada biayanya” sebutnya kepada Akuratnews.com , di Medan Selasa (14/8/2018).

Politik uang, menurutnya bukan rahasia umum, khususnya masyarakat yang tingkat pendidikan serta kesadaran politiknya rendah. Dengan banyak nya caleg dan parpol peserta Pileg tentu persaingan untuk memperoleh dukungan semakin ketat. Apalagi yang muncul dari calon yang baru. Sebab, sekalipun secara finansial seorang caleg tergolong mampu, belum tentu menjadi pilihan karena beberapa hal.

“Masalah politik uang bukan menjadi rahasia umum karena masih banyak masyarakat yang pragmatis dalam hal pilihan politik. Karena mereka belum sadar betapa ruginya kalau memilih caleg karena uang,” pungkasnya. (HSP)

Komentar

News Feed