oleh

Demi Bangun Tembok Perbatasan, Donald Trump Bakal Umumkan Darurat Nasional

Jakarta, Akuratnews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa ia akan mendeklarasikan darurat nasional untuk mengamankan dana pembangunan tembok perbatasan Meksiko, setelah proposal senilai US$5,7 miliar yang ia ajukan tak diterima oleh Kongres.

“Saya akan menandatangani deklarasi darurat nasional dan sebelumnya pernah terjadi berkali-kali. Deklarasi darurat nasional pernah ditandatangani presiden sebelumnya sejak 1977 dan jarang ada masalah,” kata Trump dalam konferensi pers di Rose Garden sebagaimana dikutip CNN, Jumat (15/2/2019).

Dalam pengumuman yang disiarkan televisi itu, Trump mengatakan ia akan menandatangani deklarasi untuk melindungi AS dari ancaman obat-obatan terlarang, penjahat dan imigran ilegal yang melintasi perbatasan dari Meksiko. Ia mengungkapkan semua itu adalah ancaman besar bagi keamanan nasional AS.

“Kita akan menghadapi krisis keamanan nasional di perbatasan bagian selatan itu, dengan cara ini atau lainnya,” sambung Trump.

Pejabat Gedung Putih menyatakan deklarasi darurat nasional akan memungkinkan Trump mengalihkan dana senilai US$3,6 miliar dari pos militer ke pembangunan tembok perbatasan. Trump juga bakal menggunakan deklarasi darurat nasional untuk memperoleh US$2,5 miliar dari program perang melawan narkoba dan US$600 juta dari Departemen Keuangan.

Seluruh dana tersebut akan dikombinasi dengan anggaran senilai US$1,375 miliar yang telah disepakati Kongres pada Kamis (14/2/2019) dan siap ditandatangani Trump jika ia menghendaki shutdown tak terulang. Dengan seluruh kucuran dana tersebut, Trump bakal mengantongi sekitar US$8 miliar untuk merealisasikan pembangunan tembok perbatasan, jauh melebihi proposal resminya.

Kendati deklarasi darurat nasional siap ditandatangani Trump, langkah tersebut dipastikan menuai kecaman dari anggota legislatif, baik dari Partai Demokrat maupun Republik. Trump dianggap telah menyalahgunakan kewenangannya dan melanggar konstutusi.

“Ini jelas merupakan perebutan kekuasaan dari presiden yang sedang kecewa. Ia telah melampui batasan hukum untuk memperoleh apa yang gagal ia peroleh setelah melalui proses legislatif yang konstitusional,” kata juru bicara DPR Nancy Pelosi dan Senator Chuck Schumer dari Demokrat dalam sebuah pernyataan bersama.

Keduanya bertekad akan menggagalkan keputusan tersebut dan meminta Partai Republik untuk bergabung dengan aksi mereka. “Presiden tidak berada di atas hukum, Kongres tak bisa membiarkan Presiden melanggar konstitusi,” ucap Pelosi dan Schumer.

Senada dengan kedua politisi Demokrat tersebut, mantan anggota Partai Republik Charlie Dent melayangkan kritik keras atas keputusan Trump untuk mengumumkan status darurat nasional. Ia menilai aksi tersebut adalah langkah ilegal untuk memperoleh dana militer dan merupakan tamparan bagi Kongres yang memiliki hak mengatur anggaran.

“Kita memang perlu membangun kontrol atas perbatasan dan Presiden tak mampu memberi rencana yang koheren untuk mewujudkannya,” kata Dent.

“Namun dengan merampas dana militer untuk melakukannya? Dia telah melanggar hukum. Anda tidak bisa mengabil anggaran pertahanan untuk sesuatu yang tak bersifat pertahanan menurut undang-undang,” paparnya. (Red)

Loading...

Komentar

News Feed