Demi Swasembada Pangan, Sidoarjo Tanam Padi 15 Ribu Hektar

Muspida Sidoarjo saat acara Panen Raya.(Arief, Akuratnews)
Muspida Sidoarjo saat acara Panen Raya.(Arief, Akuratnews)

Sidoarjo,Akuratnews.com -  Untuk mencapai swasembada pangan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Kodim 0816 Sidoarjo mentargetkan penanaman padi seluas 1.534 hektar untuk musim tanam April-September 2018.

H. Saiful Ilah SH,M.Hum, Bupati Sidoarjo, berharap dengan sisa waktu yang ada, target luasan tanam padi dapat terpenuhi. Hal tersebut ia minta saat menghadiri Panen Raya Padi di persawahan Desa Kedung Kembar Kecamatan Prambon, pada hari Selasa, (24/7/2018). Hingga akhir bulan Juli , realisasi capaian tanam padi sudah mencapai 11.979 hektar.

Bupati meminta seluruh pihak terkait dapat memenuhi target tanam yang telah ditetapkan. Instansi terkait dibantu TNI dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan. Seperti meningkatkan pengawalan dan pendampingan kepada petani, menginventarisasi permasalahan dilapangan, serta meningkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait ketersediaan sarana produksi seperti benih, pupuk dan pestisida. Ia juga juga meminta dilakukan koordinasi lintas sektor dalam pengaturan ketersediaan air irigasi serta mengoptimalkan pengunaan Alat dan Mesin Pertanian/Alsintan yang ada. Dalam kesempatan tersebut ia juga meminta untuk mengantisipasi anomali iklim yang dapat menurunkan hasil pertanian seperti serangan organisme Penggangu Tumbuhan (OPT).

“Sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan yang kita inginkan bersama, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui instansi terkait dibantu TNI telah melakukan berbagai upaya dan strategi pelaksanaan pengawalan dan pendampingan,”ujar, Bupati pada media. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, dikatakannya akan selalu berupaya melakukan pengawalan dan pendampingan kepada para petani. Salah satu wujudnya adalah memfasilitasi peralatan pertanian yang sesuai dengan kondisi lahan di Sidoarjo.

Bantuan Alsintan yang bersumber dari APBD Kabupaten serta Propinsi maupun APBN selalu diberikan tiap tahunnya. Untuk tahun 2018 ini ada 10 unit hand tractor roda dua serta 5 unit mesin tanam atau transplanter yang di berikan kepada kelompok tani. Selain itu petani juga diberikan bantuan 6 unit pompa air serta 5 unit mesin perontok padi atau power thresher. 25 unit hand sprayer juga diberikan kepada petani tahun ini.

Anggota Muspida, Komandan Kodim 0816 Sidoarjo Letkol. Inf. Fadli Mulyono mengatakan program pendampingan TNI dalam Upsus swasembada pangan yang dilaksanakan Kodim 0816 Sidoarjo telah berjalan 5 tahun. Capaiannya hampir memenuhi target yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.

“Hasil realisasi selama pelaksanaan pendampingan Kodim 0816 Sidoarjo pada Upsus Pajale (padi, jagung, kedelai) di Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2014 sampai dengan Maret 2018 hampir rata-rata dapat memenuhi target yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat, kisaran 100-109 persen,”ucapnya.

Dalam laporannya, Fadli Mulyono menyampaikan bahwa luasan tanam padi di Desa Kedung Kembar Prambon mencapai 87 hektar. Sedangkan untuk lahan Demplot (Demontration Plot) yang dilakukan Kodim 0816 dilahan seluas 1,450 hektar. Sistem tanam yang digunakan sistem tanam padi jajar legowo. Hasil ubinannya mampu menghasilkan lebih kurang 8-9 ton padi perhektarnya.

Fadli juga menjelaskan bahwa dalam mengawal dan mendampingi program swasembada pangan, telah diterjunkan 353 orang Babinsa dan 57 orang Bintara Tinggi sebagai tenaga pendamping kelompok tani. Bukan hanya itu saja, Kodim juga telah menerjunkan satu tim Brigade Tanam Kodim 0816 Sidoarjo yang dibekali dengan peralatan mesin pertanian sebanyak 32 unit Alsintan. Ia berharap adanya program pendampingan yang dilakukan akan mampu meningkatkan jumlah lahan pertanian khususnya lahan padi, jagung dan kedelai. (Arif)

Penulis:

Baca Juga