Joe Biden Berpeluang Menang

Demo Makin Panas, Rupiah Malah Menguat

Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS masih stabil dikisaran Rp.12200 per dolar AS pada perdagangan pertama bulan Desember 2018. (Foto Istimewa).
Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS masih stabil dikisaran Rp.12200 per dolar AS pada perdagangan pertama bulan Desember 2018. (Foto Istimewa).

AKURATNEWS - Hingga sore ini, dolar AS ditekuk rupiah dengan menguat ke level Rp 14.695 dari penutupan sebelumnya di Rp. 14.740. Penguatan rupiah tersebut sejalan dengan melemahnya Dolar AS secara global akibat faktor domestik.

Analisa Esandar Arthamas, Lukman Hqeem menjelaskan, bahwa penguatan rupiah yang terjadi dalam beberapa hari ini karena adanya pengaruh dari eksternal. Pertama, cuitan Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan stimulus ekonomi. Kedua, potensi kemenangan Joe Biden atas Donald Trump membesar. Ketiga, soal rencana pertemuan antara Inggris dan Uni Eropa yang memperkuat Euro dan Poundsterling.

Disisi lain, pengesahan UU Omnibus Law justru menjadi penekan rupiah. Sebab, UU ini mendapat penolakan dari masyarakat yang menyebabkan aksi demonstrasi di mana-mana. Hingga hari ini demonstrasi yang berlangsung di sejumlah kota mengalami rusuh.

Saat ini pasar tengah menaruh perhatian soal kelangsungan stimulus tunjangan ini. Jika tidak ada kepastian, maka rupiah akan kembali mengalami pelemahan pada pekan ini. Sementara kondisi domestik yang memanas bisa membuat Rupiah kembali melemah, setidaknya ke Rp 14.800 hingga Rp. 15.000.

Penulis:

Baca Juga