Kerugian Sudah Tembus Rp65 Miliar

Demo Ricuh, Uang Rakyat Jadi Korban

Jakarta, Akuratnews.com - Demonstrasi menolak pengesahan UU Cipta Kerja di Jakarta, Kamis (8/10) berlangsung ricuh. Belasan halte Transjakarta dan sejumlah gedung dirusak dan dibakar massa.

Belum lagi sejumlah aset dan gedung milik pemerintah dan swasta yang ikut dirusak. Gedung Kementerian ESDM sejumlah pos polisi dan bioskop Grand Theater/Kramat di kawasan Senen contohnya.

Khusus untuk gedung bioskop Grand Theater, pembakaran oleh massa demonstrasi dirasa telah jauh dari tujuan demo.

Jika massa merusak fasilitas publik yang dimiliki negara, hal itu masih masuk logika karena massa demo merasa kecewa dengan sikap pemerintah dan DPR yang tak merespon keinginan rakyat dan tetap mengesahkan UU Cipta Kerja.

Tapi, jika bioskop lawas milik swasta yang dibakar, apa hubungannya? Kebakaran itu malah nyaris membuat perumahan rakyat di belakang bioskop ikutan terbakar jika saja pemadam kebakaran cepat melokalisir api.

Menurut taksiran Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kalkulasi sementara biaya yang diperlukan memperbaiki halte Transjakarta saja Rp25 miliar.

Namun, lanjut Anies, tentu saja halte permanen tidak bisa segera diperbaiki.

"Penanganan terdekat, DKI akan membangun halte sementara," kata Anies di Bundaran HI Jakarta, Kamis (8/10).

Ia pun berjanji akan segera memperbaiki fasilitas umum di Jakarta yang rusak saat demo tolak pengesaha UU Cipta Kerja berlangsung.

"Jadi halte yang terbakar tentu tidak bisa malam ini diperbaiki. Jadi halte-halte masih diukur seberapa besar nanti yang rusak total akan disiapkan halte sementara," terang Anies.

Bahkan menurit kabar terbaru, kerugian akibat rusaknya 46 halte TransJakarta mencapai puluhan miliar. Bisa jadi, jumlah tersebut kembali mengalami penambahan.

"Kerugian untuk halte itu diperkirakan per hari ini Rp65 milyar," ujar Anies kepada wartawan di Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10).

Taksiran itu baru yang di Jakarta dan belum kerusakan-kerusakan di kota lain. Dan tentu saja, semua perbaikan ini akan banyak memakan uang rakyat. Sebuah hal yang akhirnya 'merugikan' rakyat pula.

Berikut data kerusakan yang tercatat akibat demo menolak pengesahan UU Cipta Kerja di Jakarta:

1. Gedung Kementerian ESDM dirusak dan dibakar. Kaca pintu utama gedung kementerian dirusak dengan batu. Sejumlah mobil yang terparkir di depan gedung ringsek akibat menjadi sasaran amukan massa.

2. Bangunan bekas bioskop Grand Theater di kawasan Senen, Jakarta Pusat dibakar.

3. Empat pos polisi lalu lintas dibakar. Rincian lokasinya adalah pos polisi di kawasan Tugu Tani, depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Simpang Harmoni dan kawasan Senen.

4. Kaca pintu masuk stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia dan stasiun MRT Setiabudi Astra dirusak sehingga tangga penumpang tertimpa pecahan kaca. Dua perangkat mini excavator milik kontraktor CP201 dan pagar proyek MRT fase dua juga dirusak.

5. Delapan halte Transjakarta dibakar, yakni halte Bundaran HI, Sarinah, Tosari Baru, Tosari Lama, Karet Sudirman, Sentral Senen, Senen arah Pulogadung, dan Senen arah Harmoni Central Busway (HCB).

6. Sepuluh halte Transjakarta dirusak, yakni halte Harmoni, Bank Indonesia, Gambir 1, Sumber Waras, Grogol 1, Dukuh Atas 1, Petojo, Benhil, RS Tarakan dan Kwitang.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga