Dengan Budidaya Maggot, Siswa Kelas 5 SD di Surabaya Ubah Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis

AKURATNEWS - Bagi sebagian besar orang, era modern dianggap berdampak baik. Namun tidak bisa dipungkiri juga, modernisasi yang semakin masif memiliki dampak yang buruk.

Penggunaan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan pada kemasan makanan, serta kebutuhan rumah tangga, menghasilkan tumpukan sampah.

Berangkat dari kegelisahan akan banyaknya sampah di lingkungannya, maka Husnu Alkaisar Jabbar Tuhar, belajar untuk mengelolah sampah, agar menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Kaisar mengaku, jika ia mulanya terinspirasi dari juara pangeran lingkungan hidup tahun 2021. Ia lantas mempelajari budidaya maggot lewat internet.

"Terinspirasi Pangeran lingkungan hidup 2021 jadi aku mau biar ga banyak sampah juga di lingkungan," ujar calon pangeran lingkungan hidup kota Surabaya 2022 tersebut.

Kaisar mengatakan jika kini, di rumahnya ia mempunyai 100 kilogram maggot. Setiap 1 kilogram maggot bisa mengkonsumsi 4 kilo sampah organik. Selain itu, sisa makanan yang dan kotoran maggot bisa digunakan untuk pupuk kompos.

"Sekarang maggot itu nilainya 10 ribu per kilogramnya. Selain memakan sampah, sisa-sisa maggot itu bisa buat kompos," ungkapnya.

Tidak puas hanya belajar dan mempraktekannya, siswa SDN Kaliasin 1 Surabaya itu, mensosialisasikan pengelolahan sampah kepada orang lain. Salah satu contoh yang ia lakukan kepada warga kelurahan Ketabang, Genteng, Sabtu (16/07/2022).

Warga dari 5 RT di wilayah Legundi tampak antusias untuk memelihara maggot. Terlihat beberapa warga telah memelihara maggot untuk menjadi sumber uang di kepengurusan RT.

"Ini acara yang luar biasa bahwa adek kita Kaisar walaupun masih kelas 5 SD sudah mempunyai kepedulian dan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat Surabaya," ujar Aries Hilmi, Camat Genteng yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, R. Farida , ibunda dari Kaisar mengatakan, dirinya mendukung penuh kegiatan anaknya. Ia berharap agar kegiatan yang dilakukan Kaisar bisa berguna bagi masyarakat luas.

"Kita lihat di Surabaya ini masalah sampah kan terus menumpuk. Jadi saya mendorong anak saya untuk peduli terhadap lingkungan khususnya sampah," terangnya.

Senada dengan putranya, Farida mengungkapkan, Ilmu yang telah dibagi bisa dipraktekan dan berguna bagi ekonomi dan lingkungan di masyarakat. "Ini dari sampah bisa menjadi barang yang punya nilai ekonomis. Semoga bisa membersihkan lingkungan dan menaikan ekonomi masyarakat," tutupnya.

Penulis:

Baca Juga