‘Dengar’ Jadi Yang Pertama Libatkan Langsung Penonton dan Desa Kreatif

AKURATNEWS - Film pertama yang melibatkan interaksi secara langsung dengan penontonnya segera hadir di Indonesia. Film hasil kolaborasi Gambar Hidoep Sinema dan Tiket.com ini berjudul ‘Dengar’ dengan besutan sutradara Alvin Rizky Ismail dan penulis skenario Ucup Mokoginta. Film ini hadir sekaligus menjawab tantangan imbas pandemi Covid-19 yang menimpa kreator film Indonesia

“Kami membawa ide ini berkembang lebih jauh, yaitu dengan berencana melakukan pemutaran film melalui media Zoom dan melibatkan penonton di rumah untuk berinteraksi dengan pemainnya. Tentunya akan menarik sekali apabila penonton bisa ikut terlibat. Bayangkan, saat Anda sedang asyik duduk mengunyah popcorn di rumah, tiba-tiba salah satu pemain menyapa Anda dan meminta tolong memecahkan masalah yang dihadapinya,” ujar Fikri El-Aziz, Ketua Asosiasi Desa Kreatif Indonesia yang juga Co-Producer film ‘Dengar’ saat konprensi pers bersama Wakil Menteri Desa PDTT, Budi Arie Setiadi di Jakarta, Rabu (9/6).

Dijelaskan Fikri lebih lanjut, film bergenre horor yang juga bekerjasama dengan Asosiasi Desa Kreatif Indonesia (ADKI) ini disaksikan melalui Zoom dengan pemutaran terbatas bagi 2.000 penonton saja.

“Sengaja dibuat ekslusif, 2.000 orang akan menjadi saksi pemutaran film interaktif pertama di Indonesia, dan itu sejarah. Setiap penonton akan menerima e-sertifikat dari Gambar Hidoep Sinema,” imbuh Fikri.

Ismi Melinda, salah satu pemeran dalam film ini mengaku tertantang dengan alur film yang melibatkan penonton secara langsung.

“Memang tidak semua scene akan ada keterlibatan langsung penonton, tapi disiapkan tiga scene yang mendukung hal itu,” papar Ismi.

Inovasi yang dihadirkan ‘Dengar’ pun tak hanya sampai disini, kedepannya sebuah program berkelanjutan dengan Nama One Village, One Movie tengah dipersiapkan. ‘Dengar’ sebagai film interaktif akan berlanjut dalam bentuk series di desa-desa kreatif di Indonesia.

“Dengar akan berlanjut di desa Destinasi Pariwisata Super Prioritas dalam Program One Village, One Movie. Ini adalah sebuah program kolaborasi kami dengan Kemenparekraf dan Kemendes PDTT,” imbuh Fikri.

Sambutan hangat juga datang dari Kemenparekraf, Menteri Pariwsata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno lantaran kelanjutan series-nya di desa Kreatif dapat membuka lapangan kerja baru, khususnya di lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Likupang.

“Ini adalah sebuah inovasi yang luar biasa dari generasi muda. Mewakili KemenPDTT, saya mendukung penuh langkah kreatif dari ‘Dengar’ untuk membuka lapangan kerja baru di desa-desa melalui pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Wamen PDTT, Budi Arie Setiadi yang juga Ketua Dewan Pembina ADKI.

Film ini berkisah tentang Risty Rizman, seorang gadis yang mendapatkan ‘anugerah’ dengan bisa mendengarkan suara arwah orang yang sudah meninggal. Kemampuan ini ia dapat saat masih duduk di bangku kelas tiga SMA. Risty sendiri sangat merasa terganggu dengan suara-suara arwah yang setiap hari memanggilnya, seakan minta pertolongan.

Lima tahun berselang, Risty merasa tak tahan dan ingin menghentikan semua itu. Ia pun mengajak sahabatnya untuk mendukungnya mengikuti ritual bersama seorang paranormal bernama Bu De Sar yang diharapkan bisa menghilangkan kemampuan itu.

Namun, kemampuan mendengar suara arwahnya bukannya hilang, tapi justru jadi meningkat. Kini ia malah bisa melihat arwah. Risty pun dihantui tiga  sosok arwah yang mengincar kemampuannya. Arwah penasaran itu juga menganggu sahabat Risty, yaitu Dinar, Angel, Sabeth dan Gantar.

Bagaimana cara Risty menyelamatkan sahabatnya? Bisakah penonton membantu Risty dalam petualangan penuh misteri dan aksi ini?

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga