Politik Pembelahan

Denny JA: Indonesia Akan Hidup Lebih Lama dengan Politik Pertentangan

Denny JA saat menerima piagam "The Legend Award". (Foto: Hugeng Widodo/Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Pemilu 2019 telah berakhir. Hinggar bingar kontestas politik yang sebelumnya panas diharapkan juga turut berakhir seiring dengan penetapan KPU atas Presiden terpilih, Pasangan Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin.

Suksesor Lembaga Survei yang turut mengantar kemenangan Joko Widodo, Denny JA dari Lembaga Survei Indonesia mengatakan, meski pemilu telah berhasil, namun poralisasi politik, pembelahan politik masih bergelora. Menurut dia, bangsa Indonesia akan hidup lebih lama dengan politik pertentangan yang riuh rendah.

"Kita akan hidup lebih lama dengan politik pertentangan, politik yang riuh rendah," ujar Denny JA saat memberikan sambutan dalam konferensi pers '15 Capres 2024 Yang Lolos Radar dan The Legend Award' di Kantor LSI, Selasa (2/7/2019) siang.

Denny mengingatkan, pesan dari Presiden Jokowi yang sudah merespon, bahwa sudah tak ada lagi kubu 01 atau 02, namun yang ada adalah persatuan.

"Tugas kita sekarang menunjukan bagaimana susahnya (menjaga) persatuan indonesia jika itu dikembangkan dalam suasana politik yang panas," kata Denny.

Menurut dia, bagian yang paling sulit dari persatuan adalah karena adanya kompetisi yang terjadi tak hanya pada kompetisi kepentingan politik, kepentingan ekonomi, namun yang paling sulit adalah kompetisi ideologi.

Sementara itu, Denny JA berhasil meraih "The Legend Award" karena menjadi satu-satunya Tokoh Lembaga Survei yang berhasil mensurvei kemenangan presiden dalam 4 pemilihan presiden sejak era Presiden SBY berturut-turut. (*)

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga