Denny JA: Jokowi Sebaiknya Segera Berlakukan Karantina Wilayah

Denny JA/Foto: Sindonews
Denny JA/Foto: Sindonews

Jakarta,Akuratnews.com – Ditengah masalah berat yang dihadapi dunia khususnya Indonesia terkait Virus Corona (COVID - 19), polemik perlu atau tidaknya dilakukan lockdown oleh Pemerintah RI hingga kini masih menjadi perdebatan sejumlah pihak.

Hal tersebut akibat pasien positif terinfeksi virus corona tiap harinya sejak virus yang membuat erus mengalami peningkatan, dimana berdasarkan data terakhir yang dimiliki Akuratnews.com pada Sabtu (28/3), jumlah kasus positif corona di tanah air mencapai 1.155 orang, korban meninggal dunia bertambah menjadi 102 orang dan pasien sembuh sebanyak 59 orang.

Menyikapi hal tersebut, Konsultan Politik Denny JA, melalui serial memenya, menyarankan agar Presiden Joko Widodo segera memberlakukan karantina wilayah.

Sebab menurut Pria yang baru saja mendapat penghargaan Sastra tingkat ASEAN ini, diberlakukannya karantina wilayah merupakan satu-satunya cara agar virus corona tidak semakin menyebar ke berbagai daerah, apalagi akan ada arus mudik menjelang puasa dan hari raya Idul Fitri.

“ Indonesia tak mengenal istilah lockdown. Tapi Indonesia mempunyai konsepnya sendiri, karantina wilayah,itu diatur dalam UU 6 tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan” tutur Denny.

Denny melanjutkan masalahnya karantina wilayah itu kewenangan Pemerintah Pusat.

Namun kini Daerah mulai banyak mengambil inisiatif sendiri untuk melindungi wilayahnya, seperti Solo, Bali, Tegal, Papua dan Maluku.

“Pemda ini memang bertindak tak sesuai aturan. Tapi persepsi publik memihak mereka. Pemda itu dianggap peduli,”lanjutnya.

Untuk itu, Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini memberikan himbauannya kepada Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Negara jangan sampai terlambat mengambil keputusan penerapan karantina wilayah, mengingat penyebaran virus corona di Indonesia semakin memburuk, kedepannya sejarah akan menyalahkan kepemimpinannya.

“Jika Jokowi terlambat bertindak menerapkan karantina wilayah, dan penyebaran virus corona memburuk,sejarah akan menyalahkan Jokowi,” himbau Denny.

Denny menambahkan, seharusnya Negara adidaya seperti Amerika Serikat dan Italia sudah cukup menjadi contoh, dimana dua negara tersebut mengalahkan Cina yang merupakan Negara pertama kali ditemukan virus Corona tepatnya diwilayah Wuhan, n dari sisi angka terpapar (AS) dan angka kematian (Italia), akibat Pemerintah Pusat dianggap lambat dalam memberlakukan sejenis karantina wilayah (lockdown, semi lockdown).

“Kita jangan mengulangi kisah buruk Amerika Serikat dan Italia. Apalagi kesiapan sistem dan peralatan kesehatan kita tak sebaik dua negara itu. Yang penting harus ada aturan bahwa arus uang dan barang tetap lancar,” seru Denny.

Selain itu Denny juga menyarankan agar Presiden Jokowi jangan hanya berhenti di tingkat himbauan dalam menanggulangi virus corona, melainkan juga harus membuat aturan yang memberikan sanksi hukuman fisik atau denda.

“Tak cukup hanya himbauan. Suasana emergency menginginkan lebih. Di era ini publik akan mengerti. Kesehatan bersama berada di atas kebebasan. Tak apa kebebasan dibatasi sementara karena penyebaran virus dan nyawa manusia itu lebih berharga.” Saran Denny.

Oleh sebab itu, Denny mengajak seluruh pihak saling bahu membahu dalam mengatasi corona dan tidak hanya bergantung sepenuhnya kepada Pemerintah.

“Civil Socienty dan Pengusaha di era pandemi ini sangat ditunggu peran sertanya.Pandemi terlalu besar jika hanya diserahkan kepada Pemerintah,” pungkas Denny JA.

Penulis: Maria Machdalena
Editor:Redaksi

Baca Juga