Depresiasi Rupiah Seret Koreksi IHSG

pelemahan Rupiah ikut seret IHSG di area koreksi
pelemahan Rupiah ikut seret IHSG di area koreksi

Jakarta, Akuratnews - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah lumayan tajam di perdagangan hari Selasa (02/10). Mata uang Garuda ini bahkan menjadi yang paling lemah di Asia. Depresiasi Rupiah ikut mendorong IHSG di area negatif.

Dengan berakhir turun hampir 1%, Rupiah dalam perdagangan USDIDR berada di Rp.15.040. Posisi rupiah hari ini merupakan yang terlemah sepanjang 2018. Ditarik lebih ke belakang, rupiah berada di titik terlemah sejak Juli 1998, kala Indonesia dilanda krisis moneter (krismon).

Pelemahan Rupiah terjadi sejak awal perdagangan. saat pembukaan pasar, rupiah 'hanya' melemah 0,03%. Selepas itu, rupiah semakin tertekan. Jelang tengah hari, rupiah sudah memasuki level psikologis baru yaitu Rp 15.000/US$. Pelemahan rupiah terus terjadi hingga pasar tutup. Bahkan Rupiah sempat terlontar ke Rp 15.048/US$.

Sejumlah mata uang Asia pun melemah di hadapan dolar AS. Hanya yen Jepang yang mampu menguat karena sentimen domestic. Yuan China pun sejatinya menguat, tetapi tidak masuk hitungan karena pasar keuangan Negeri Tirai Bambu tutup memperingati Hari Nasional Republik Rakyat China.

Dengan depresiasi 0,91%, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia. Bukan hanya itu, Depresiasi ini juga membuat semua sektor saham di Bursa Efek Indonesia berada di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup melemah 1,16% ke level 5.976.

Nilai transaksi bursa saham hari ini tercatat sebesar Rp 7,8 triliun dengan volume sebanyak 11,8 miliar unit saham. Investor asing pada hari ke 2 pekan ini melepas portofolionya meski tidak terlalu besar Rp 90 miliar di pasar reguler.

Pasar masih memandang penguatan dolar yang menembus level psikologi baru cukup beresiko bagi industri keuangan di tanah air sehingga melepas saham-saham berbasis keuangan, sehingga hari ini indeks keuangan melemah 1,29% dan memberikan 22 poin pelemahan bagi IHSG.

Pelaku pasar juga melepas saham-saham berbasis industri dasar, yang mengalami penurunan 2,98% danmemberika 16 poin pelemahan bagi IHSG. Pasar masih menganggap deflasi pada bulan September 2018 kemarin telah terjadi  penurunan daya beli.

IHSG dibuka dengan kenaikan  3 poin, pengutannya kemudian berkurang hingga ke level 5.920. Memasuki sesi dua, pelemahan indeks kembali bertambah seiring dengan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).  Secara teknikal, penurunan ini masih akan berlanjut. (Lukman Hqeem)

Penulis:

Baca Juga