Desainer Batik Asal Yogya Ini Kampiun Kompetisi Desain Batik Swiss

Jakarta, Akuratnews.com - Sudah 10 tahun batik diakui sebagai The Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh lembaga kebudayaan PBB, UNESCO.

Sebagai bentuk apresiasi Kedutaan Besar Swiss di Indonesia bekerja sama dengan Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN), Putra Putri Batik Nusantara dan didukung oleh Yarn & Co, digelarlah ajang Kompetisi Desain Batik Swiss.

"Event ini tentunya membanggakan. Batik sudah digemari tidak hanya oleh generasi tua, tapi juga kalangan muda. Dan tidak hanya digemari tapi juga dikreasikan. Generasi muda ini sudah menjadi kreator dan desainer," ujar Sapta Nirwandar selaku Pembina IPBN di sela-sela Kompetisi Desain Batik Swiss di Jakarta, Selasa (1/10).

Hal inilah, kata Sapta yang akhirnya membuat Kedubes Swiis tertarik dan menggelar event Kompetisi Desain Batik Swiss dan memberikan motif dari Swiss guna mempererat hubungan Swiss dan Indonesia dalam bidang seni dan budaya.

"Kedubes Swiss ingin menggabungkan dua kebudayaan. Ide motif dari Swiss itu memang datang dari mereka,' imbuh Ketua IPBN, Ayu Dyah Pasha.

Hal in, lanjut Ayu terlihat pada desain modern yang dikirimkan oleh peserta pada kompetisi ini, dimana elemen khas Swiss akan terintegrasi dalam motif dan pola batik.

Dalam ajang ini Dewan Juri memilih 10 desain terbaik sebagai finalis, dengan dasar penilaian adalah ciri khas Swiss yang terintegrasi dalam desain, kreativitas, kesesuain dengan teknis pembuatan batik yang akan digunakan.

Dari 10 desain tersebut, Dewan Juri pun menentukan tiga pemenang. Publik juga diundang untuk memberikan penilaian melalui voting media sosial untuk kategori 'Desain Favorit Pilihan Media Sosial'.

Semua desain terpilih diproduksi menggunakan teknik batik cap oleh Yarn & Co. Selanjutnya, batik tersebut dirancang dan dijahit menjadi sebuah busana kekinian khas anak muda oleh perancang busana Rizki Triana & Nadia Juliana (Oemah Etnik).

Terpilih sebagai pemenang pertama adalah Satya Wiragraha dari DIY Yogyakarta yang memilih motif Swiss in Harmony.

Lalu untuk pemenang kedua diraih Diki Satria asal
Bandung yang mengambil motif Gebyah Abirama (Paduan Yang Selaras)

Sedangkan pemenang ketiga diraih Hakim Anwari
dari Bogor yang mengambil motif Batik Se-alir. Dan untuk pemenang kategori Media Sosial diraih
Reiyan Ghaisani dari Bogor yang mengusung motif INA-SUI BATIK.

Penulis: Rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga