Desak Nyatakan Pemilu Curang, Sejumlah Orang Geruduk Kantor Bawaslu

Jakarta, Akuratnews.com - Mantan Kepala BNP2TKI yang juga aktivis buruh Moh. Jumhur Hidayat mendesak Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk mengumumkan jalannya Pemilu Curang. Kecurangan ini ditandai dengan adanya rekayasa secara sistemik, terstruktur dan massif oleh penyelenggara Pemilu yaitu petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) di seluruh Indonesia untuk memenangkan paslon tertentu.

“Saudara-saudara ini bukan kecurangan Pemilu. Ini Pemilu Curang. Karena itu, kami datang untuk beraudiensi dengan Bawaslu untuk meminta Bawaslu menyatakan Pemilu ini curang secara nasional,” tegas Jumhur di depan gedung Bawaslu, Rabu (24/4/2019).

Menurut Jumhur, kedatangannya ke Bawaslu ini tidak ada hubungannya dengan Badan Pemenangan Pemilu (BPN) Prabowo. Ini bukan soal Prabowo atau Jokowi tetapi ini soal demokrasi yang sedang dibajak oleh para tiran yang ingin mempertahankan kekuasaan secara kotor.

Jumhur menambahkan, dirinya juga mengundang man of honour baik dari kubu 01 maupun kubu 02 yang cinta akan masa depan demokrasi di Indonesia untuk bersama-sama mendesak KPU menyatakan Pemilu ini curang.

“Saya datang ke Bawaslu dengan membawa data karena secara intelektual dan secara akal sehat kedaulatan rakyat sudah dirusak oleh petugas KPU,” tegas Jumhur.

Dalam orasinya di atas truk FPI selama 3 menit 42 detik, jebolan ITB ini juga menejalaskan bahwa yang tegas merusak surat suara dan membakar kotak surat suara dengan tega hanya dilakukan oleh orang yang tidak bertuhan alias atheis dan komunis.

Jumhur menjelaskan, dibalik kecurangan ini, ada pertarungan antara penguasa politik ekonomi dengan kehendak rakyat yang ingin hidup bebas, merdeka dan sejahtera dan penguasa politik kini berusaha untuk mempertahankannya dengan cara-cara yang curang.

Dia juga meminta agar DKPP memanggil seluruh petugas KPU di seluruh Indonesia dan memecat mereka seluruhnya karena mereka menjadi pelaku yang merusak demokrasi.

Meski sempat diguyur hujan, para aktvis anti kecurangan Pemilu ini tetap beroasi. Selain Jumhur, juga ada emak-emak yang berorasi seperti Rahmi, aktivis Rijal KOBAR, Forum Alumni Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri.

Sejumlah aparat siap siaga penuh mengawal jalannya aksi di depan gedung Bawaslu.

Penulis: Zulfikri
Editor: Redaksi

Baca Juga