Di Duga Palsukan Kwitansi, Notaris Di Laporkan Ke Bareskrim

Kalimantan Tengah. akuratnews - Seorang notaris mangkir dari panggilan polisi terkait kuitansi palsu dalam kasus hutang piutang.

Tini Rusdihatie notaris di Barito Selatan tidak datang memenuhi panggilan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sesuai laporan polisi nomor LP/B/0297/VI/2020/BARESKRIM terkait kuitansi palsu yang dilaporkan ahli waris almarhumah Sri Imbani Y Mebas.

Pada tanggal 29 Juni 2020, Bareskrim Mabes Polri memanggil Tini, Yuantariko dan Djarau untuk diambil keterangannya sebagai terlapor sehubungan dengan tagihan hutang kepada almarhumah Sri Imbani Y Mebas.

Namun ketiganya (Tini, Yuantariko dan Djarau) tidak memenuhi panggilan kepolisian.

Kuasa hukum ahli waris Sri Imbani, Aditya Sembadha dari kantor Gani Djemat and Partners Jakarta, menyatakan masih menunggu perkembangan pemeriksaan dari pihak Bareskrim Polri.

"Kami tidak mau mendahului segala sesuatunya, sebaiknya kita menghormati proses pemeriksaan di Mabes Polri dan menunggu hasilnya," ujar Aditya di Jakarta. Senin (29/6/2020).

Sebelumnya, tidak terima aset milik keluarga dijadikan sita jaminan terkait gugatan di Pengadilan Negeri Tamiang, ahli waris laporkan penggugat ke Mabes Polri.

Ahli waris keluarga almarhumah Sri Imbani Y. Mebas melaporkan Tini Rusdihatie ke Mabes Polri terkait dugaan kuitansi palsu terkait kasus hutang piutang dan penguasaan sertifikat SPBE Hajak yang saat ini dipegang oleh Tini.

Laporkan berdasarkan masih terpasangnya papan dalam sita jaminan di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang terletak di Desa Hajak, Barito Utara, Kalimantan Tengah milik keluarga almarhumah Sri Imbani Y Mebas  berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Tamiang Layang, padahal dalam pemeriksaan Banding, Pengadilan Tinggi Palangkaraya telah membatalkan dan mencabut sita jaminan atas SPBE tersebut melalui putusan nomor 19/PDT/2020/PT.PLK tanggal 5 Mei 2020.

Penyitaan SPBE Hajak tersebut berawal dari gugatan Tini Rusdihatie, seorang Notaris di Barito Selatan yang menggugat para ahli waris dari almarhumah Sri Imbani Y. Mebas sebesar Rp. 5,3 milyar.

Gugatan ini ternyata dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Tamiang Layang dan menjatuhkan sita jaminan terhadap SPBE Hajak yang merupakan aset milik anak-anak dari almarhumah Sri Imbani.

Tidak terima dengan hasil gugatan tersebut, para ahli waris mengajukan Banding ke Pengadilan Tinggi Palangkaraya.

Dalam putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Palangkaraya memberikan pertimbangan bahwa bukti-bukti dan kesaksian dalam gugatan Tini lemah, peristiwa utang piutang yang dibenarkan oleh Yuantariko dan Djarau Matu Atikala saat duduk menjadi saksi pada persidangan pun diragukan kebenarannya dan akhirnya gugatan Tini dinyatakan Pengadilan Tinggi Palangkaraya tidak diterima dan penyitaan SPBE Hajak dicabut.

Berdasarkan hal tersebut, Ahli waris almarhumah Sri Imbani Y Mebas melaporkan Tini Rusdihatie ke  Bareskrim Mabes Polri dengan bukti Laporan Polisi nomor LP/B/0297/VI/2020/BARESKRIM terkait kuitansi palsu. (akuratnews)

Penulis:

Baca Juga