Di Kasus Harun Masiku dan Nurhadi, KPK Tumpul dan Bodoh

Jakarta, Akuratnews.com - Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendapat kritik keras. Di kasus buronnya politisi PDIP Harun Masiku dan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), KPK dituding tumpul dan bodoh.

"Dalam konteks buronnya Harun Masiku dan Nurhadi, KPK tumpul karena lambat, bisa juga lambat karena tumpul," ujar Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar di sela diskusi bertajuk ‘Memburu Buron KPK’ di Jakarta, Jumat (6/3).

Mantan Ketua Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) ini menganalisis, hilangnya Harun Masiku yang terlihat rapi ini dimungkinkan ada campur tangan pihak lain.

"Harun hilang atau dihilangkan? bisa dua-duanya... dua-duanya memungkinkan," ucap Haris.

Di tempat yang sama, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman melihat KPK seperti orang bodoh dalam menangani kasus Harun dan Nurhadi.

"KPK kok bodoh amat? Harun Masiku untuk beli tiket balik aja minta, darimana dia duit untuk nyuap. Kan sebenarnya bisa diselidiki dari koneksi dua orang ini," tandas Boyamin.

Boyamin mengatakan, ketidakseriusan lembaga antirasuah itu telah menyebabkan masyarakat kesal karena terkesan lembaga ini bersandiwara.

"Masyarakat pun sudah jengkel, KPK yang ditampilkan ini jadi seperti sandiwara," kata dia.

Seperti diketahui, Harun Masiku merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR yang turut menyeret eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Sedangkan, Nurhadi bersama menantunya, Rezky Herbiyono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto adalah tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penanganan perkara di Mahkamah Agung.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga