Kebakaran Gedung Utama Kejagung

Di Luar Jadi Sorotan Media, di Dalam Jadi Sorotan ICW

Jakarta, Akuratnews.com - Insiden terbakarnya Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Sabtu (22/8) malam menjadi sorotan banyak pihak di dalam dan luar negeri.

Seperti tampak di unggahan kantor berita Reuters yang memperlihatkan berita foto sisa-sisa kebakaran gedung.

Lalu kantor berita Prancis, Agence France-Presse (AFP) menulis berita dengan judul 'Api menghanguskan kantor Kejaksaan di ibu kota Indonesia'. AFP juga mengutip pernyataan juru bicara Kejagung, Hari Setiyono, yang menyebutkan api diduga muncul pertama kali dari lantai 6.

Masih mengutip ucapan Hari, AFP menulis tak ada korban dalam insiden tersebut lantaran kantor Kejagung ditutup sejak hari libur nasional pada Kamis lalu. Tidak ada aktivitas di gedung saat terjadi kebakaran.

Pemberitaan AFP turut dilansir media asing lainnya, termasuk dua negara tetangga, Malaysia dan Singapura. The Star, media Malaysia berbahasa Inggris pun menayangkan berita kebakaran pada Minggu (23/8) pukul 10.31 waktu setempat.

Seperti dilansir AFP, The Star menyebut, lebih dari 100 personel pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api.

Tak ketinggalan Channel News Asia dan Strait Times Singapore juga melansir pemberitaan yang sama. Channel News Asia menerbitkan berita pada Minggu pukul 12.06, sementara Strait Times pada Sabtu pukul 22.40.

India juga turut memberitakan peristiwa ini. Deccan Herald, surat kabar harian berbahasa Inggris di negara bagian India, memberitakan pada Sabtu pukul 21.29.

Sedangkan di dalam negeri, sorotan datang dari  Indonesian Corruption Watch (ICW). ICW meminta KPK ikut turun tangan mencari tahu penyebab kebakaran Gedung Utama Kejagung ini.

ICW mengaku curiga ada oknum yang sengaja menghilangkan barang bukti terkait kasus yang sedang ditangani Kejagung saat ini, salah satunya kasus jaksa Pinangki Sirna Malasari.

“ICW mendesak KPK turut menyelidiki penyebab terbakarnya gedung Kejaksaan Agung. Setidaknya hal ini untuk membuktikan, apakah kejadian tersebut murni karena kelalaian atau memang direncanakan oleh oknum tertentu,” ujar Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana kepada wartawan, Minggu (23/8).

“Sebab, saat ini Kejaksaan Agung sedang menangani banyak perkara besar, salah satunya dugaan tindak pidana suap yang dilakukan oleh Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Bukan tidak mungkin ada pihak-pihak yang merencanakan untuk menghilangkan barang bukti yang tersimpan di gedung tersebut,” sambungnya.

Menurut Kurnia, jika kecurigaan ICW benar maka oknum itu bisa dijerat pasal menghalangi proses hukum dengan ancaman 12 tahun penjara.

“Jika hal ini benar, maka KPK dapat menyangka oknum tersebut dengan Pasal 21 UU Tipikor tentang obstruction of justice atau upaya menghalang-halangi proses hukum dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” katanya.

Hingga kini memang belum diketahui penyebab kebakaran yang melahap enam lantai termasuk ruang intelijen dan administrasi tersebut, Inafis dan Labfor Polri masih menyelidikinya.

Kejagung sendiri meminta publik tak berspekulasi terkait kebakaran gedung utama. Kejagung mengatakan saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran.

“Penyebab kebakaran ini sampai dengan saat ini masih dalam proses penyelidikan polri,” ujar Kapuspenkum Kejagung, Hari Setiyono, di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Minggu (23/8).

Hari meminta seluruh pihak untuk bersabar menunggu hasil penyelidikan polri. Dia mengimbau agar masyarakat tidak berasumsi sendiri terkait peristiwa ini.

“Oleh karena itu teman-teman mohon bersabar dan kami mohon tidak membuat spekulasi, atau pun asumsi yang tidak dapat dipertanggunjawabkan,” kata Hari.

Kebakaran di gedung Kejagung ini sendiri  baru bisa dipadamkan setelah ratusan personel dari 65 unit pemadam dan 2 Unit Brontho Sky Lift Pemadam Kebakaran berjibaku selama 12 jam.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga