Di Tangan Dadang Hidayat, Perusahaan Properti Syariah yang Dikelolanya Meraih Mediatama Awards 2020

Masyarakat muslim Indonesia masih mengalami kesulitan untuk memiliki hunian yang benar-benar terbebas dari bunga bank apalagi riba. Developer properti syariah Indo Tata Graha mampu memberi solusi, sehingga menyabet penghargaan demi penghargaan.

Jakarta, Akuratnews.com - Salah satu pelaku bisnis yang berhasil menyabet penghargaan Mediatama Awards 2020 adalah CEO Indo Tata Graha Dadang Hidayat.

Perusahaan developer properti syariah yang ada di bawah kendali Dadang Hidayat itu dianggap layak meraih penghargaan karena merupakan perusahaan yang paling direkomendasikan dan memiliki sejumlah prestasi.

"Sejak 2018, 2019, 2020 kami telah menerima berbagai penghargaan dari sejumlah lembaga. Kurang lebih 20 Penghargaan. Alhamdulillah di kesempatan kali ini mendapat apresiasi dan penghargaan sebagai perusahaan yang paling direkomendasikan dan berprestasi di bidang properti syariah.
Alhamdulillah apresiasi ini sangat bermanfaat dalam membangun trust dan kepercayaan kepada costumer sehingga ini jadi bagian penting buat saya dan Indo Tata Graha." ujar Dadang Hidayat kepada Akuratnews di hotel Merlyn Park, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Menurut Dadang, dunia usaha harus mendapatkan apresiasi dalam rangka keberadaannya semakin baik dan mendapat pengakuan dari publik. Hal itu pula yang dilakukan Indo Tata Graha lewat program-programnya yang menyentuh masyarakat muslim yang menghadapi kendala dalam mengurus dokumen di perbankan.

"Program yang kami lakukan yakni konsepnya menyediakan good solusi hunian untuk masyarakat Indonesia khususnya muslim terkait rumah. Insyaallah, kita akan merambah super blok , apartemen, vila, resort. Ini menjadi solusi untuk orang investasi. Kemudian hunian bagi masyarakat muslim yang tidak terjangkau oleh bank. Juga buat masyarakat muslim yang ingin punya rumah tanpa terbelit oleh urusan riba atau bunga bank." lanjut pria murah senyum itu.

Kemudahan yang ditawarkan developer properti syariah Dadang antara lain seperti, tanpa adanya BI checking.

" Atau data administrasi yang tidak mereka mampu seperti untuk pedagang yang ingin punya rumah tapi tidak bisa. Mereka punya uang tapi tidak punya surat atau dokumen seperti NPWP." sambungnya.

Menurut Dadang, kesadaran orang untuk memiliki rumah tanpa riba masih sangat tinggi karena itu perlu solusi.konkret lewat properti syariah. Kendati saat ini properti syariah dirundung masalah, Dadang berkeyakinan semua itu akan berakhir dengan ditandai oleh munculnya perusahaan seperti yang dikelolanya tersebut.

"Properti syariah sekarang ini dalam tantangan besar karena banyak penipuan berkedok properti syariah. Mereka adalah penumpang gelap dari properti syariah yang resmi. Tapi kami yakin persoalan ini akan selesai dengan munculnya pemain properti syariah yang tangguh dan memiliki kepercayaan publik yang tinggi." tutup Dadang Hidayat.

Penulis:

Baca Juga