Di Usia 10 Tahun, Agate Ambil Bagian Pengembangan Industri Gim Indonesia

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, menandatangani Prasasti Agate sebagai pelaku ekonomi Kreatif di Kota Bandung, yang kini menjadi keluarga besar Summarecon Agung Bandung.

Bandung, akuratnews.com – Di usia ke 10 tahun, Agate turut ambil bagian dalam peresmian kerja sama untuk pengembangan industri gim Indonesia bersama Summarecon Bandung, Bekraf, dan Pemprov Jawa Barat.

Acara yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari, dan Direktur Bisnis dan Pengembangan Properti Summarecon Agung Herman Nagaria sekaligus menandai peresmian kantor baru Agate di area Teknopolis Bandung, di kawasan Summarecon, Gedebage.

Industri gim sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif, memiliki potensi bisnis yang sangat besar yang dapat berkontribusi untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sayangnya, potensi tersebut masih belum tergarap dengan baik dan maksimal, khususnya di Indonesia. Industri gim global bahkan memiliki pendapatan terbesar dibanding industri fim dan musik global.

Arief Widhiyasa, menuturkan bahwa terjadi mismatch antara dana pengembangan industri gim dengan industri hiburan lainnya yang mengakibatkan sulitnya industri ini untuk berkembang.

“Hingga kini, pangsa pasar untuk gim-gim lokal masih berada di kurang dari 5%. Melihat permasalahan ini, ketiga institusi di luar Agate sebagai pelaku utama industri gim, mulai melirik untuk turut mengembangkan industri ini,” katanya dalam releasenya yang diterima redaksi akuratnews.com, (23/4).

Agate, sebagai salah satu perusahaan gim lokal berekspektasi, kerja sama ini diharapkan dapat membuka jalan bagi sumber daya dan pelaku-pelaku baru di industri gim Indonesia, serta dapat menghidupkan ekosistem industri yang memadai. Dengan pengalaman selama 10 tahun, Hari Santosa dan Ridwan Kamil mengamini mimpi dan kerja keras Agate yang telah menjadi salah satu outlier (mengambil referensi dari buku karangan Malcolm Gladwell, Outliers) untuk industri gim Indonesia.

“ Agate di masa-masa awalnya merupakan start-up yang paling rajin mengikuti coaching dari Bekraf hingga akhirnya pelan-pelan dapat berjalan secara independen,” ungkap Hari Santosa.

Selain itu, sejalan dengan visi Kota Bandung sebagai Kota Kreatif, Summarecon Agung juga melihat potensi tersebut. Bersama dengan Pemkot Bandung, Summarecon Agung lalu berencana membangun Teknopolis di dalam kawasan Summarecon Bandung. Teknopolis Bandung diharapkan dapat menjadi Sillicon Valley versi Indonesia yang akan diramaikan oleh berbagai pelaku industri kreatif, khususnya yang berasal dari Bandung, dan Agate, menjadi salah satu perusahaan yang resmi mendiami Teknopolis Bandung sejak Februari 2019.

Penulis:

Baca Juga