Dialog Saja Bukan Solusi Penyelesaian Konflik Papua

AKURATNEWS - Dalam penyelesain konflik Papua harus dibentuk team work untuk menuju perdamaian yang permanen. Hal ini dikatakan peneliti senior LIPI Dr. Adriana Elizabeth dalam webinar Moya Institute bertajuk 'Kita Semua Ingin Hidup Damai', Rabu (15/9).

Menurut Adriana, penyelesain konflik di Papua bukan lagi dengan cara dialog saja. Ia menambahkan, dialog adalah membentuk sebuah pendekatan. Dan menyelesaikan perlu menyatukan perspektif sehingga terbentuk sebuah tim.

"Kita harus membentuk team work untuk menuju perdamaian permanen," kata Adriana.

Selama ini, LIPI telah melakukan riset dan penelitian soal konflik di Papua. Penelitian LIPI ini dilakukan selama empat tahun yaitu di 1992 dan juga dilakukan 2004. Hasilnya kata Adriana pun sama.

"Selama ini di Papua menyelesaikan konflik dengan syarat tradisional. Dan juga butuh dialog dan bentuk demokrasi lokal Papua. Jadi, permasalahan di Papua tidak bisa digeneralisasi," jelasnya lagi.

Ia menambahkan, banyak tradisi di Papua dalam berdialog secara adat seperti: tradisi Bakar Batu. Yaitu merupakan salah satu tradisi Papua yang berupa ritual memasak bersama-sama warga satu kampung yang bertujuan untuk bersyukur dan bersilaturahmi.

"Kenapa kita tidak lakukan tradisi seperti ini. Bahkan, Presiden Jokowi dengan tokoh Papua menyebut dialog sektoral. Jokowi tegas, saya tidak mau kalau dialog tentang merdeka. Tentunya, untuk menuju jalan damai dengan dialog dan mendengar semua pihak," paparnya.

Ditegaskannya, sejarah hukum Internasional sudah jelas. Papua bagian dari Indonesia.

"Tidak ada yang sama menyelesaikan konflik. Tapi kita harus membangun dan membentuk team work. Sebagai upaya yang mengarah pada perdamaian di Papua yang tercinta," tandasnya.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga