Dianggap Menyalahi Kontrak, Tim Basket CLS Knight Gugat Mantan Pemainnya

Anthonius A Soedibyo (kiri pakai batik), saat sidang pertama gugatan CLS Knight di PN Surabaya, Selasa (20/4/21)

Surabaya, Akuratnews.com - TIM basket Cahaya Lestari Surabaya (CLS) Knight menggugat mantan pemainnya, yakni Dimaz Muharri, ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (20/4/21).

Dimaz yang mulai berkarir di klub itu sejak 2007 silam, dianggap melanggar kontrak yang ditanda tangani pada Februari 2015 lalu.

“Masalah kontrak saja kok ini. Ada kewajiban yang perlu dipenuhi. Syarat kontrak itu berlaku lagi ketika pemain ini (Dimaz) kembali lagi ke dunia basket,” kata panasihat hukum CLS Knight, Anthonius A Soedibyo, Selasa (20/4).

Saat kontrak itu berlangsung, Dimaz sempat bermain satu musim di klub itu. Namun dalam pra musim berikutnya, ia mendatangi General Manager CLS Knight, Ferry. Untuk mengajukan pengunduran diri dari CLS Knight, dengan alasan pensiun dari dunia basket.

Antonius mengatakan, meskipun kliennya sudah mencoba membujuk dengan memberikan berbagai pertimbangan, Namun Dimaz sudah bulat dengan tekadnya itu.

“Ada beberapa pertimbangan yang kami berikan. Tapi Dimaz tetap memutuskan kontrak secara sepihak,” tambahnya.

Dalam isi kontraknya, Dimaz wajib mengembalikan uang kontrak yang telah diberikan. Tapi, Dimaz hanya mengembalikan Rp 148 juta. Masih ada kekurangan Rp 393 juta.

“Ia sudah buat surat keterangan kalau dirinya tidak bermain untuk klub lain lagi,” tambah Antonius.

Karena perjanjian itu, akhirnya Dimaz dibebaskan dari sisa uang kontrak yang harus dibayarkan tadi.

Namun pihak CLS menganggap Dimaz melanggar kontraknya, karena beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 10 Desember 2019, ada informasi Dimaz kembali lagi aktif di dunia bola keranjang. Dan bergabung di Tim Louvre.

Karena kejadian tersebut akhirnya pihak CLS kesal dan melayangkan tiga kali somasi. Namun tidak direspon sang pemanin bintang tersebut.

“Kita sudah mencoba untuk melakukan mediasi di luar persidangan. Tapi sepertinya tidak ada penyelesaian,” ungkapnya.

“Kita sebenarnya masih membuka ruang mediasi. Untuk menyelesaikan permasalahan ini. Karena permasalahan ini sudah terjadi lama, sekitar dua tahun,” terangnya.

Diungkapkan Antonius, kalau kontrak yang ditanda tangani 2015 lalu itu, tidak ada massa berlaku dari kontrak itu.

“Kontrak itu bersyarat. Kalau Dimas melakukan sesuatu (main basket), barulah kontrak itu berlaku lagi. Selagi Dimaz tidak menjadi atlet basket lagi, kontrak itu tidak berlaku. Kecuali saat ia kembali bermain ke kita (CLS Knight). Kami tidak akan menggugat,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Dimaz, Antonius Youngky Adrianto membenarkan kalau Dimaz sempat bermain di klub basket Louvre. Tapi setelah masa kontraknya selesai di klub lamanya. Kontrak Dimaz di CLS Knight itu mulai dari 2015 sampai 2017.

“Gak ada salahnya dong kalau dia kembali bermain di klub lain. Kan masa kontraknya di CLS Knight sudah selesai. Lagi pula, di klub barunya itu Dimaz hanya bermain paruh musim. Lalu ia kembali menjadi pelatih di DBL,” terangnya.

Perlu diketahui, Persidangan yang dilakukan di Kartika 1, Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (20/4) merupakan sidang pertama.

Dalam sidang tersebut, kuasa hukum Youngky mempertanyakan perihal berkas pendirian klub basket itu. Hanya saja, kuasa hukum CLS Knight tidak dapat menunjukkan. Sidang akhirnya ditunda pekan depan.

Penulis:

Baca Juga