Dianggap Pencitraan, Mensos Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Surabaya, Akuratnews.com - Aksi blusukan Menteri Sosial, Tri Rismaharini, berujung pada pelaporan oleh kelompok masyarakat Penganut Kitthah Nahdliyyah.

Laporan yang dilayangkan kepada Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) disampaikam oleh Wakil Ketua Umum Pergerakan Penganut Khitthah Nahdliyyah, Tjetjep Muhammad Yasin (Gus Yasin). Senin (11/01/21).

Diterangkan Gus Yasin, yang menjadi dasar pelaporannya adalah, pertemuan Risma dengan salah satu gelandangan atau pengemis yang bernama Nursaman di Sudirman dan Thamrin (Jakarta Pusat).

Menurut Gus Yasin, pihaknya menduga, mantan Walikota Surabaya tersebut, menyebarkan kebohongan melalui aksi blusukan terhadap gelandangan.

"Aksi blusukan Risma di Jakarta saat menjadi Menteri hanya untuk pencitraan", tegasnya Gus Yasin saat di hubungi akuratnews.com melalui pesan whats app.

"Dugaan pelanggarannya yang akan kami laporkan adalah Pasal 14 Jo Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 Jo Pasal 28 UU ITE " tambahnya.

Namun kata Gus Yasin, saat ia dan Ketua Rumah Pancasila Jakarta, Hasdar Hanafi serta H. Arief Rahman, Ketua Macan Asia Jaya, melakukan pelaporan melalui SPKT Polda Metro Jaya, mereka langsung mendapat penolakan.

"Permintaan untuk pelaporan langsung dengan bukti surat tanda pelaporan tidak diperkenankan," beber pria asal Surabaya tersebut.

Atas penolakan tersebut, Gus Yasin dan rekan-rekannya mengambil jalan dengan melakukan pelaporan tertulis melalui sekertariat Umum Polda Metro Jaya.

"Tadi sempat terjadi perdebatan yang cukup lama. Terpaksa pelaporan tertulis saya sampaikan melalui sekertariat umum Polda Metro Jaya," pungkasnya.

Penulis:

Baca Juga