Dianggap Tak Adil, Program Gratis Listrik Nasional Langgar Hak Pelanggan 1.300 VA

Jakarta, Akuratnews.com - Langkah pemerintah menggratiskan pembayaran listrik golongan 450 VA dan diskon 50 persen untuk 900 VA secara nasional selama wabah virus Corona (Covid-19) patut diapresiasi.,

Walau begitu,  ada unsur ketidakadilan dalam kebijakan yang akan diberlakukan tiga bulan ke depan ini.

Hal ini ditegaskan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi.

Ia menjelaskan, jika pertimbangan stimulus itu terkait dampak ekonomi yang disasar, seharusnya yang diprioritaskan mendapat program ini adalah kelompok konsumen yang tinggal di perkotaan.

"Sebab, faktanya merekalah (penduduk perkotaan) yang terdampak langsung (Corona). Karena, tidak bisa bekerja, atau aktivitas ekonominya berhenti (UMKM), karena mayoritas bekerja dari rumah," ucap Tulus dalam pernyataannya, Rabu (1/4).

Menurut Tulus, sejatinya yang sangat membutuhkan kompensasi dan dispensasi tidak hanya kelompok 900 VA saja. Tetapi juga kelompok konsumen 1.300 VA, yang menjadi standar ukuran listrik di perkotaan.

"Apalagi, banyak masyarakat perkotaan yang di PHK, atau potong gaji karena perusahaannya bangkrut atau tak beroperasi," tambahnya.

Di satu sisi lanjutnya, masyarakat perdesaan masih bisa bekerja seperti biasa, karena tidak terdampak secara langsung atas wabah Covid-19.

"Apalagi jika mereka tidak termasuk zona merah," ungkapnya.

Tulus berpendapat, penggratisan listrik yang berlaku secara nasional ini kurang tepat sasaran. Kelompok pelanggan 1.300 VA pun dilanggar haknya.

"Idealnya, kelompok 450 VA tidak gratis total, cukup diskon 50 persen saja (sama dengan 900 VA). Sehingga sisanya 50 persen lagi bisa untuk meng-cover atau mendiskon golongan 1.300 VA, khususnya yang tinggal di perkotaan," tegasnya.

YLKI kata Tulus pun meminta, pemerintah merevisi kebijakan tersebut dengan juga memberikan kompensasi atau diskon pengguna listrik 1.300 VA yang mayoritas tinggal di perkotaan dan terdampak langsung maupun tidak langsung oleh wabah Covid-19.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga