Gonjang Ganjing TVRI

Diberhentikan Dewas, Helmy Yahya Jawab Lewat 1.200 Lembar

Jakarta, Akuratnews.com - Kemarin, Helmy Yahya diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Utama TVRI periode 2017-2022.

Namun keputusan itu ditentang sejumlah pegawai, dengan melakukan penyegelan kantor Dewan Pengawas (Dewas) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI.

Pintu masuk ruang Dewan Pengawas ditutup dengan selotip warna merah. Dalam kertas yang tertempel di depan pintu, tertera tulisan "Disegel oleh karyawan TVRI".

Dalam surat pemberhentian Helmy Yahya yang beredar di kalangan wartawan, tercantum lima poin yang menjadi pertimbangan keputusan tersebut. Di antaranya ihwal pembelian hak siar Liga Inggris dan rebranding TVRI.

Sebelum menerbitkan surat pemecatan, Dewan Pengawas telah lebih dulu menonaktifkan Helmy dari jabatannya pada Desember 2019 lalu. Dalam Surat Keputusan Nomor 3 Tahun 2019, juga tercantum pengangkatan Direktur Teknik TVRI Supriyono sebagai Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama TVRI.

Namun Helmy mengabaikan keputusan tersebut. Dalam surat balasan, Helmy menyatakan dirinya masih merupakan Direktur Utama TVRI yang sah periode 2017-2022 dan akan tetap menjalankan tugas.

Helmy pun membeeikan pembelaan lagi. Ia pun tak main-main dan menjawab penonaktifannya dengan 27 halaman. Padahal, Dewas TVRI hanya membuat dua lembar surat penonaktifan Helmy Yahya.

"Lampiran nggak main-main nih, 1.200 halaman, suratnya 27 halaman, lampiran 1.200 halaman. Sudah saya sampaikan 18 Desember saya jawab semua itu. Itu di media ada apa Helmy Yahya dipecat? Apa kesalahan dia. Saya jawab semua," ungkapnya.

Helmy menegaskan, TVRI sudah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dia memahami betul tidak boleh main-main karena diawasi BPK.

"Ya sudah 18 Desember saya menyampaikan itu didukung oleh direksi dan direksi mendukung surat ini, direksi tanda tangan mendukung surat ini," tuturnya.

Helmy juga mengungkapkan, kelima direksi mendukung pembelaan dirinya.

"Karena catatan pemberhentian penonaktifan saya itu adalah catatan atas tindakan operasional yang sudah kami putuskan oleh tim kolegial," ungkapnya.

Helmy sempat optimistis pembelaannya akan diterima oleh Dewan Pengawas TVRI.

"Kami membuatnya berhari-hari. Tapi ternyata, saya nggak tahu ada apa di balik ini." katanya.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga