Dibohongi Soal Hasil Swab Covid-19, Muthia Datau Polisikan PH Ini

Jakarta, Akuratnews.com - Artis senior Muthia Datau menjadi korban dugaan berita bohong hasil tes Covid-19 yang diduga dilakukan sebuah Production House (PH) di Jakarta.

Istri aktor senior Herman Felani ini belakangan memang tengah terlibat sebagai pemain di sebuah sinetron yang diproduksi PH terrsebut.

Merasa menjadi korban, Muthia yang diwakili anak dan kuasa hukumnya melaporkan PH tersebut ke Polda Metro Jaya, Rabu (13/1).

'Tanggal 26 Desember diadakan tes swab buat seluruh pemain karena sebelumnya ada pemain yang positif Covid-19, tapi ternyata hasilnya tidak diberikan hanya dibilang aman. Besoknya ibu saya di calling buat syuitng, ibu saya merasa janggal begitupun dengan pemain lain kenapa hasilnya tidak diberikan. Sampai selang berapa waktu ada salah satu pemain yang bilang ada tiga orang diduga positif salah satunya ibu saya. lalu disarankan buat swab, akhirnya kita lakukan swab mandiri pada 28 Desember, hasilnya keluar 29 Desember dan hasilnya positif. Sampai sekarang ibu saya masih isolasi mendiri," ujar Ardi Felani Putra, anak Muthia Datau usai melayangkan laporan di SPKT Polda Metro Jaya.

Laporan ini dibuat, lanjut Ardi, lantaran keluarga merasa dirugikan atas hasil tes swab yang diduga ditutup-tutupi PH berinisial PT V tersebut.

"Imbasnya ya keluarga dirugikan karena ini membahayakan nyawa keluarga. Atas dasar itulah saya ditemani dan didukung kakak dan bapak saya, Herman Felani serta tim kuasa hukum melaporkan PH ini atas tuduhan memberikan berita bohong," ujar Ardi.

Hal ini juga ditegaskan Herman Felani. Nyawa keluarganya terancam akibat hasil palsu swab tes itu.

"Coba kalau semua keluarga kena? Nyawa taruhannya. Saya sayangkan ini, karena ini masalah kemanusiaan. Mereka tidak komimen dan tidak profesional. Hak pemain tolong dong diperhatikan. Jangan meremehkan, ini soal nyawa. Ini juga buat pelajaran bagi yang lain," tegas aktor era 80-an ini.

Ditambahkan kuasa hukum Muthia Datau, Ronald Aji Prakoso, pihaknya sudah bertanya ke pihak PH dan tak kunjung mendapat jawaban yang pasti. Oleh karenanya pihaknya pun menempuh jalur hukum.

"Kita laporkan sesuai Pasal 14 dan 15 UU No 1 tentang berita palsu karena yang diinfokan korban hasil tes swabnya negatif," ujar Ronald.

Pihaknya kini menunggu hasil penyelidikan polisi terkait hal ini.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga