Didera Konflik Internal, Partai Demokrat Perlu Penyelamat?

Jakarta, Akuratnews.com - Gonjang-ganjing isu kudeta yang tengah mendera Partai Demokrat  dinilai sebagai upaya Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mempraktekkan teori politik viktimisasi atau memposisikan diri sebagai korban.

"Dalam hal ini AHY sedang mempraktekkan sebuah teori politik yang dikenal dengan viktimisasi. Teori ini sangat populer di Amerika Serikat pada periode 1970-an dan teori ini juga telah dipraktekkan bapaknya, SBY menjelang kontestasi Pilpres 2004 dan berhasil dengan gemilang," ujar Ketua Umum Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI), Umar S. Bakry di Jakarta, Rabu (17/2).

Namun Umar mengingatkan, strategi ini mudah dibaca publik yang saat ini relatif lebih kritis. Umar mengingatkan, ada dua mata pisau dari penggunaan strategi ini di satu sisi bisa menunjukkan sebagai pihak yang dizalimi, tapi di lain sisi menunjukkan kekurangan kompetensi dalam kepemimpinan.

“Masyarakat dapat menilai Partai Demokrat membutuhkan penyelamat partai yang memiliki kepempinan yang lebih kuat dan memberikan keyakinan bagi seluruh organ partainya," ujar Umar.

Dikatakannya, dengan membongkar isu kudeta AHY memancing serangan balik tokoh-tokoh internal Demokrat untuk membuka kelemahan kepemimpinannya, sebuah hal yang tadinya tidak diketahui publik. Menjadi korban biasanya juga menyatakan klaim bahwa mereka tengah membela sesuatu yang lebih besar.

"Dengan menyebut diksi lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Jokowi, AHY ingin menegaskan klaim bahwa dirinya tengah berupaya menegakkan sesuatu yang lebih penting yaitu demokrasi," lanjutnya.

Dosen di Universitas Bakrie, Universitas Pertamina, Jayabaya, UPN Veteran Jakarta dan IISIP ini mengungkapkan, dengan gaduhnya tanggapan dari internal Demokrat menjadikan membuka banyak kekurangan dan kelemahan kepemimpinan AHY.

"Saya menilai target viktimisasi tidak mencapai sasaran, bahkan sekarang berkembang luas pandangan perlunya Partai Demokrat memiliki kepempinan baru yang lebih kuat dan lebih mengayomi," pungkasnya.

Terpisah, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta seluruh kader dari tingkat pusat hingga daerah untuk tidak menjadi pengkhianat sekaligus melawan para pengkhianat demi membesarkan partai.

Hal itu ia sampaikan kepada seluruh kadernya berkenaan dengan kelompok yang berupaya melakukan kudeta terhadap kepemimpinan Demokrat.

"Saya yakin dan percaya kita bukanlah pengkhianat. Tetapi hal itu saja tidak cukup untuk membuat partai ini bangkit dan besar lagi. Maka, selain tidak menjadi pengkhianat, kita juga harus melawan para pengkhianat- pengkhianat itu," kata AHY dalam keterangan tertulis kepada seluruh kadernya, Rabu (17/2).

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga