Kekerasan Pada Anak

Diduga Aniaya Muridnya, Guru Sekolah Internasional Ini Dilaporkan ke Polisi dan KPAI

Jakarta, Akuratnews.com - Dugaan tindakan kekerasan pada murid sekolah internasional kembali terjadi. Kali ini menimpa JNA, seorang siswa kelas enam Heritage School Jakarta.

Berdasarkan laporan Alamsyah, orangtua korban pada SPKT Polda Metro Jaya tertanggal 20 Februari 2019, pihaknya melaporkan seorang guru Heritage School Jakarta bernama IR lantaran telah diduga melakukan kekerasan terhadap anaknya JNA pada 19 Februari.

"Ada  memar di bagian telinga. Anak saya bilang, dia 'dibejek', dari dalam kelas diseret keluar," jelas Alamsyah di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (30/4).

Dijelaskannya, kronologi peristiwa kekerasan terjadi saat korban JNA tidak membawa perlengkapan kelas seni. Akibatnya, IR yang merupakan guru kesenian merasa tidak suka dan mulai melakukan tindak kekerasan.

IR sempat mendekatkan botol berisi lebah kepada korban, hingga melemparnya. Korban yang takut lalu berteriak dan lari ke pojok kelas.

Guru tersebut akhirnya memegang korban dan mulai mencengkram kuat bagian kepala dekat belakang telinga korban, sehingga meninggalkan bekas luka memar.

Alamsyah pernah menanyakan permasalahan ini kepada pihak sekolah, tetapi pihak sekolah menyarankannya untuk tidak melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian.

"Mereka minta masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan, tapi saya rasa kalau sudah pukul dan luka, bukan hanya luka fisik, tapi juga batin, traumatis, biarkan proses hukum yang menyelesaikan," tambahnya.

Kini tindakan penyelidikan dilimpahkan pada Polres Jakarta Selatan (Jaksel). IR selaku terlapor sudah dipanggil penyidik Polres Jaksel untuk dimintai keterangan.

Alamsyah dan kuasa hukum JNA juga telah melaporkan dugaan tindak kekerasan ini pada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

"Sudah ada pertemuan mediasi yang difasilitasi KPAI, tapi belum ada hasil lanjut," beber Nadira SH selaku kuasa hukum JNA.

Penulis: Rianz
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga