Kasus Penipuan 378 KUHP

Diduga Bayar Pakai Cek Kosong, Dirut PT Abid Pratama Property Dilaporkan ke Polisi

Surat Laporan Polisi tertanggal 14 Juli 2019. (Foto dok. Akuratnews.com).

Tangerang Selatan, Akuratnews.com - Kontraktor perorangan asal Tangerang Selatan bernama Imam kecewa berat dengan pemilik rumah yang membayar jasanya dengan cek bodong alias cek kosong. Imam kemudian melaporkan pemilik rumah berinisial DFN yang diketahui sebagai Direktur Utama PT. Abid Pratama Property ke Polres Depok.

Laporan yang dibuat setahun lebih tepatnya 14 Juli 2018, hingga kini kasusnya seolah jalan di tempat alias mangkrak.

"Pekerjaan sudah selesai sekitar 95 persen. Ketika saya tagih, saya malah dikasih cek bodong," Terang Imam kepada Akuratnews.com, Sabtu (13/7/2019).

Imam menuturkan, kejadian bermula saat dia mendapatkan proyek senilai Rp305 juta dari DFN selaku pemilik rumah. Proyek dikerjakan di Villa Putra Mandiri V Blok B-6, Jl. Amarullah RT004/004 Tanah Baru, Beji, Depok.

Sebagai jaminan, DFN memberikan jaminan 5 lembar cek yang beberapanya ditandatangi oleh DFN, sementara Istri DFN khusus menandatangi 1 cek senilai Rp211,5 juta. Menurut Imam, buku cek itu diketahui adalah buku cek PT. Abid Pratama Property.

Mirisnya, sewaktu cek tersebut diuangkan di Bank BTN, ternyata cek ditolak oleh pihak bank dengan bukti pernyataan, dana tidak mencukupi. Sementara untuk cek senilai Rp211,5 juta yang ditandatangi istri DFN tertera bukti pernyataan warkah bank BTN yang menyebutkan, cek ditolak karena permintaan istri DFN.

"Cek nggak bisa saya uangkan, saya merasa ditipu, makanya saya laporkan ke polisi." Terang imam.

Menurut dia, dirinya rugi besar hingga harus berhutang untuk menutupi biaya proyek tersebut ke Bank dan sejumlah orang lainnya. Tak cuma itu, perkara yang sudah setahun lalu dia laporkan, hingga kini pun belum menemui titik terang. Imam mengakui, dalam pelaporan itu, DFN sempat membayar dirinya sebesar Rp100 juta dengan perjanjian sisa pembayaran jasa pembangunan rumah DFN akan dilunasi dalam waktu yang sudah disepakati.

Namun sayangnya, menurut Imam, DFN dianggap telah ingkar janji. "Sayangnya sampai detik ini, tidak ada itikad baik dari dia untuk membayar kekurangannya sebesar Rp205 juta, " kata Imam. Oleh sebab itulah Imam kembali mendorong pihak kepolisian untuk menuntaskan perkara Pelaporan dugaan penipuan terkait pembayaran jasa renovasi pembangunan rumah.

Dalam hal pelaporan, DFN disangkakan dengan pasal 378 KUHP. Kasus yang sudah berusia setahun ini, masih ditangani polres Depok.

Hingga berita ini dirilis belum ada penjelasan dari DFN maupun Istrinya terkait pelaporan ini. Berita belum terkonfirmasi.**

Penulis:

Baca Juga