Diduga Gelapkan Saham, Istri Mantan Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan Tersangka

AKURATNEWS - Istri mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Ferry Mursyidan Baldan, Hanifah Husein ditetapkan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) sebagai tersangka kasus dugaan penggelapan saham perusahaan batubara.

Hanifah yang merupakan Direktur Utama PT Rantau Utama Bhakti Sumatera diduga melakukan penggelapan atau pengalihan lahan milik PT Batubara Lahat. Penetapan tersangka ini berdasarkan surat ketetapan dengan nomor S.Tap/97/VIII/RES.1.11./2021/Ditipideksus.

Dittipideksus Bareskrim juga menetapkan dua tersangka lainnya yang juga petinggi PT Rantau Utama Bhakti Sumatera yakni Wilson Widjadja dan Polana Bob Fransiscus.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menyatakan, penetapan tersangka ini berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi dan analisa dokumen-dokumen dalam penanganan perkara ini.

"Benar telah terjadi tindak pidana penggelapan dan penggelapan dalam jabatan dan memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik, yaitu terlapor Hanifah Husein," kata Brigjen Ahmad Ramadhan, Minggu (14/8/2022).

Dijelaskannya, Hanifah melakukan penggelapan atau pengalihan seluruh saham milik PT Batubara Lahat yang dijaminkan menjadi milik PT Rantau Utama Bhakti Sumatera dan PT Rantau Panjang Utama Bhakti tanpa sepengetahuan dan tanpa seizin pemegang saham PT Batubara Lahat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP dan Pasal 374 KUHP.

Meski Hanifah telah ditetapkan tersangka, kedua pihak sepakat untuk menyelesaikan perkara. Saat ini pihak kepolisian masih menunggu akta perjanjian perdamaian dari keduanya.

Antar pihak ada kesepakatan penyelesaian perkaranya. Untuk mengambil keputusan lebih lanjut, penyidik masih menunggu akta perjanjian perdamaian para pihak," pungkas Brigjen Ahmad Ramadhan.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga