Diduga Hina Peserta Pemilu, Erick Thohir Dilaporkan ke Bawaslu

Jakarta, Akuratnews.com - Koordinator Tim Pengacara Garuda Nasional (Garnas) Djamaluddin Koedoeboen menilai, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir telah menghina peserta pemilu dalam hal ini cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahudin Uno.

Hal itu ia ungkapkan berkenaan dengan pernyataan Erick di beberapa media massa ternama. Dimana Erick mengatakan bahwa Sandi telah melakukan playing victim atau bersandiwara dengan adanya poster-poster penolakan terhadap kehadirannya di pasar Kota Pinang, Labuan Batu, Sumatera Utara.

Akan tetapi, selang satu hari dari dikeluarkanya pernyataan Erick tersebut, muncullah Drijon Sihotang selaku pemasang poster. Ia mengakui tindakannya itu dan menegaskan bahwa ia sengaja memasang poster tersebut atas inisiatifnya sendiri tanpa disuruh oleh siapapun.

"Berkenaan dengan pernyataan Erick Thohir yang telah menuduh Cawapres Paslon Nomor Urut 02, Sandiaga Uno telah bersandiwara tersebut, maka tentu saja tidak dapat dibenarkan," kata Djamaluddin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/12/2018).

Djamaluddin menyebut, pernyataan Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin itu telah menimbulkan perdebatan, keresahan, maupun kerusuhan di antara pendukung masing-masing Capres Peserta Pemilu.

"Apalagi saat ini masih dalam tahapan masa kampanye," tukasnya.

Pernyataan Erick ujarnya, merupakan indikasi kampanye hitam (black campaign) terhadap lawan politiknya. Sehingga hal itu patut diduga sebagai pelanggaran terhadap UU Pemilu.

"Karena telah menghina Peserta Pemilu lainnya sebagaimana telah ditentukan didalam Pasal 280 ayat (1) huruf C dan huruf D Undang Undang No. 7 Tahun 2017 Jo. Pasal 521 tentang Pemilu," paparnya.

Oleh karenanya, demi mewujudkan pemilu yang aman, tertib, damai, berintegrasi tanpa hoaks, SARA, dan politik uang, maka Garnas melaporkan Erick ke Bawaslu guna dilakukan pemeriksaan dan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Penulis:

Baca Juga