Diduga Kadaluarsa, Petani Keluhkan Obat Hama Wereng Dari Pemerintah

Ilustrasi Petani

Sumatera Utara, Akuratnews.com - Obat hama wereng jenis PANZER 290 SL, LUGEN 100 EC INSEKTISIDA, yang merupakan bantuan PESTISIDA TAHAP-III Direktorat Jenderal Tanaman Pangan TA. 2011 milik Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara diduga kadaluarsa.

Sofulala Zega yang merupakan Ketua Kelompok Tani Bahagia mengatakan, obat hama wereng ini diberikan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli kepada Kelompok Tani Bahagia Desa Ononamolo I Lot, Kecamatan Gunungsitoli Selatan.

Sofulala menuturkan, kelompok tani merasa kecewa. Pasalnya, setelah diberikan obat hama wereng tersebut, sawah mereka justru layu dan kering.

"Obat hama wereng ini diberikan di kelompok tani kami sekitar 3 minggu lalu dan kami pun mengunakannya disawah kami. Namun setelah kami menggunakannya, sawah kami layu dan kering, kami pun sangat kecewa," ujarnya kepada awak media, Selasa (21/8/2018).

Menanggapi hal ini, Anggota DPRD kota Gunungsitoli Yunius Larosa mengatakan, Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Gunungsitoli harus bertanggung jawab terhadap pemberian Obat tersebut.

Menurutnya, Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan dan Pertanian seolah tidak peduli terhadap para petani. Hal ini dapat dilihat dari masalah alat mesin pertanian (Alsintan), banyaknya kelompok tani yang mengeluh, serta kendaraan operasional dinas yang tidak jelas digunakan untuk apa.

"Jadi saya heran, Kepala Dinas ini apakah dia hanya duduk-duduk saja dikantor atau bagaimana," tukasnya.

Disisi lain, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Gunungsitoli Oimolala Telaumbanua mengkonfirmasi bahwa, Alsintan itu ada dua jenis. Pertama, Alsintan yang diberikan kepada masyarakat dengan catatan dikelola oleh masyarakat. Kedua, Alsintan yang diberikan kepada masyarakat namun dikelola oleh dinas langsung.

Terkait dengan obat hama wereng yang dikeluhkan kelompok tani, ia mengatakan, tidak ada hubungannya antara obat tersebut dengan tanaman yang layu dan kering.

"Kecuali tadi obat Herbisida yang langsung pada tanaman tersebut," pungkasnya. (Edw)

Penulis:

Baca Juga