Diduga Menyalahgunakan Keuangan Negara, Dua ASN Mubar Ditahan

Sekwan Mubar, AS usai diperiksa di Tahan Jaksa Lalu digiring Ke Rutan Klas II B Raha
Sekwan Mubar, AS usai diperiksa di Tahan Jaksa Lalu digiring Ke Rutan Klas II B Raha

AKURATNEWS - Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintahan Kabupaten Muna Barat (Mubar) Sulawesi Tenggara (Sultra) di tahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II B Raha, karena di duga menyalahgunakan keuangan negara pada kegiatan makan dan minum penyedia jasa persidangan, peningkatan efektivitas persidangan, dan kegiatan reses pada Sekretariat Dewan Perawakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mubar tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019.

Kedua ASN itu adalah mantan Bendahara DPRD Mubar, LYN yang ditahan pada tanggal 29 Oktober pekan lalu dan mantan Sekretaris DPRDnya (Sekwan) yang ditahan hari ini (2/11/2021), usai diperiksa oleh Kejari sekira pukul 17.00 WITA.

Kepala Kejari (Kajari) Muna, Agustinus Ba’ka Tangdaliling SH,MH kepada para awak media di Muna, terkait penahanan dua ASN di Mubar itu menjelaskan jika mantan Sekwan dan Bendahara DPRD Mubar ditahan karena telah melakukan penyalahgunaan keuangan negara atas kegiatan makan,minum dan reses DPR dengan perhitungan sementara sebesar Rp 330.218.250.

" Kasus ini kita tunggu hasil perhitungan audit BPK sebagai perampungan berkas perkara. Supaya nantinya bisa kita ajukan kepenuntutan," Ucapanya.

Dilakukannya penitipan penahanan kepada kedua tersangka di Rutan Raha, kata Kajari Muna itu bahwa pihaknya melakukan proses penahanan selama 20 hari kedepan sampai proses penyidikan selesai.

"Jika proses penyidikan belum selsai maka kita akan lanjutkan dengan perpanjangan penahanan selama 20 hari kedepan," Terangnya.

Agustinus Ba'ka Tangdaliling yang baru sekira delapan bulan lamanya menjabat sebagai Kajari Muna itu menjelaskan jika mantan Sekwan dan Bendahara DPRD Mubar dikenai pasal 2 dan 3 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor dengan ancaman pidana pada pasal 2 minimal 4 tahun dan pasal 3 minimal 1 tahun kurungan penjara.***

Penulis: Zainal Arifin

Baca Juga