Diduga Untuk Jimat, Tali Kafan Dicuri

Pencurian tali pocong kafan jenasah di Sidoarjo.
Pencurian tali pocong kafan jenasah di Sidoarjo.

Sidoarjo, Akuratnews.com -  Pada hari Sabtu (28/7/2018) warga Tulangan digegerkan dengan adanya pencurian tali Kafan. Pencurian kain kafan itu dialami pada jenazah almarhum, Janji (56)  warga Desa Medalem, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.

Buarah (51) istri (alm) Janji menceritakan, sejak suaminya meninggal di Kamis Kliwon atau besoknya Jumat Legi itu, makanya selalu dijaga oleh anak-anak secara bergantian sampai 7 hari. Penjagaan ini sesuai pesan orang-orang sepuh dari keluarga saya. Pihaknya menduga pelaku sudah berniat sejak malam pertama almarhum meninggal. Kejadian aneh mulai nampak sekitar pukul 20:00 wib, hingga menjelang subuh. Kajadian aneh yang dimaksud seperti mulai banyak pepohonan di sekitar makam diayun dan seperti kena terhempas angin secara keras. Kemudian ada bayangan seseorang yang lari-lari dari tempat satu ke tempat lainnya. Hingga pada malam hari kedua, anak saya yang jaga seperti melihat bayangan seseorang dari dekat pintu makam.

Hal senada juga disampaikan Eko (20) keponakan Buarah yang ikut menjaga kuburan, bayangan orang tersebut seperti memakai penutup di bagian kepala dengan menggunakan kain sarung, sehingga hanya bagian mata yang kelihatan. Bagian atasnya persis seperti ninja gitu, meloncatnya cepat dan hilang dari pandangan mata. Saya juga menoleh dan melihat, tapi orang itu menghilang, ungkap, Eko.

Kejadian aneh tersebut sepertinya hanya untuk menakut-nakuti para penjaga dan mengecohnya. Sehari setelah tidak dijaga, kuburan tersebut akhirnya diketahui telah dibongkar dan seseorang diduga mengambil tali kafan jenasah.

Menurut Buarah, pada Sabtu (28/7/2018) pag, Suryat petani yang sawahnya samping makam melihat ada keanehan pada kondisi tanah urukan kuburan almarhum. Suryat curiga kuburan almarhum ada bekas galian, mendekat dan memastikan dari dekat dan yakin kuburan almarhum Janji habis ada yang membongkar. Temuan itu lansung diberitahikan Suryat ke Mujiono kerabat almarhum. Buarah yang mendapatkan kabar, langsung bersama keluarganya bersama-sama menuju makam. Mereka melihat tanah kuburan suaminya habis ada yang membongkar.

"Saat saya datang ke makam, kuburan suami saya bekas digali seseorang. Urukan tanah juga tidak merata dan masih menjorok ke dalam. Padahal terakhir saat dijaga oleh keluarga, bagian permukaan makam, tanahnya masih menjulang keatas atau mumbul seperti kondisi kuburan lainnya yang usia makamnya masih hitungan harian," imbuh Buarah. Dia meyakini kuburan suaminya habis ada yang menggali dan dilakukan sesuatu. Di sekitar makam juga ada batok kelapa yang diduga untuk mengeruk tanah kuburan suaminya. Di pinggir pagar makam juga ada bekas bercak kaki pelaku yang diusapkan pada bagian pojok pintu kecil bobolan sebelah utara.

Mengetahui tiga tali kain kafan mayat hilang, keluarga meyakini memang ada mencuri tiga ikat tali tersebut. Dia memperkirakan yang mengambil atau yang mencuri adalah orang yang bercak kakinya tertinggal itu. Setelah dipastikan tiga ikat tali kain kafan hilang, keluarga Buarah juga laporan ke perangkat desa, yakni melalui Sekdes Medalem Timan A. Timan kemudian melapor ke Polsek Tulangan soal kejadian tersebut.

Petugas Polsek Tulangan datang ke makam menyaksikan penggalian kembali kuburan almarhum dan melihat apa yang terjadi atau tiga ikat tali kafan mayat raib dalam kubur. Kanit Reskrim Polsek Tulangan Ipda Sudarsono membenarkan kejadian tersebut. Sudarsono menduga perbuatan itu dilakukan oleh orang yang percaya mendalami ilmu kekebalan atau sejenis ilmu hitam.

Sudarsono juga bersama keluarga dan aparat desa akhirnya menyepakati sesuai kearifan lokal untuk dilakukan penguburan kembali atau tanah urukan makam dikembalikan seperti semula. "Ya kita semua berdoa semoga kebaikan almarhum diterima di sisiNya dan khilafnya diampuni," pungkasnya. (Rif)

Penulis:

Baca Juga