Konflik Internal PPP Sidoarjo

Digugat Supriadi, Nasib Anggota DPRD Sidoarjo, Umi Khaddah Ditentukan Rabu

HM. Supriadi, Caleg DPRD Sidoarjo yang menggugat perolehan suara Umi Kaddah. (foto dok.Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Gugatan selisih suara yang diajukan HM. Supriadi, Caleg DPRD Sidoarjo dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dapil 5 (Taman - Sukodono) kepada Mahkamah Partai pada Mei 2019 lalu, bakal diputus besok Rabu (28/8/2019).

Hal tersebut diungkapkan Supriadi pada Akuratnews.com, Senin sore (26/8/2019) ketika dia tengah berada di Jakarta.

"Sekarang, saya ada di Jakarta. Insya Allah, putusan Mahkamah PPP terkait gugatan selisih suara yang saya ajukan itu, hasilnya bisa disampaikan Rabu 28 Agustus 2019. Doakan berhasil ya Mas?" ujar Supriadi penuh harap.

Sebelumnya diberitakan Akuratnews.com, Senin lalu, (26/8/2019), alasan Supriadi mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai, karena bukti form C1, suara yang diperolehnya mengungguli suara calon legislatif dari partai dan dapil yang sama, nomor urut 5, Umi Khaddah.

Mendadak, hasil rekapitulasi KPU, suara Umi Khaddah melebihi dirinya.

"Padahal, menurut bukti form C1, saya memperoleh 3.733 suara, sedangkan Umi Khaddah mendapatkan 3.107 suara, selisih 600 suara. Namun, saya heran, berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, mendadak perolehan total suara berubah, saya 3.334 suara, sedangkan Umi Khaddah 4.240 suara," jelasnya.

Karena itulah, Supriadi melaporkan persoalan yang dialaminya tersebut ke Mahkamah Partai, Mei 2019 lalu.  "Oleh karena ada permasalahan di internal partai, hasil laporannya pun tertunda dan Mahkamah Partai bakal memutuskannya pekan ini," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KPU Sidoarjo, Muhammad Iskak saat dikonfirmasi mengatakan, sengketa gugatan perselisihan suara itu kewenangan Mahkamah Konstitusi (MK). Apabila MK memutuskan pemohon atas termohon dikabulkan, tentu dilakukan proses PAW.

"Sengketa soal gugatan selisih suara itu kewenangan MK. Kalau ada putusan inkracht (final dan mengikat) dari MK, ya bisa dilakukan PAW. Sedangkan, tugas kami hanya mengantarkan sampai tahap pelantikan sesuai hasil rekapitulasi suara yang sudah disahkan," terangnya.*

Penulis: Wachid Yulianto
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga